Jakarta — Isuzu dikenal sebagai salah satu pelopor mesin diesel di segmen kendaraan niaga. Mesin-mesin Isuzu bandel, irit dan ramah lingkungan sesuai dengan perkembangan zaman.
Seluruh kendaraan Isuzu yang dijual saat ini menggunakan mesin diesel dengan teknologi Common Rail. Mesin ini mampu mengoptimalkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dengan cara mengontrol injeksi bahan bakar secara lebih presisi. Sebagai hasilnya, mesin ini tidak hanya lebih hemat bahan bakar, tetapi juga menghasilkan emisi yang lebih rendah.
“Isuzu sudah menghadirkan teknologi Common Rail sejak 15 tahun silam di Indonesia, dan terbukti bisa meningkatkan efisiensi BBM serta menekan emisi gas buang. Teknologi ini berdampak secara langsung kepada bisnis pelanggan lebih menguntungkan dan hingga kini terus menjadi pilihan Isuzu Partner di berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga.
Teknologi Common Rail bekerja dengan mengandalkan prinsip tekanan tinggi sehingga memberikan atomisasi bahan bakar yang lebih baik. Sistem jalur atau rel pipa bahan bakar, sehingga dinamakan common rail, memungkinkan pembagian suplai bahan bakar merata.
Selanjutnya, atomisasi bahan bakar didukung oleh katup solenoid (atau disebut juga piezoelektrik) yang memungkinkan terjadinya kontrol elektronik yang baik atas waktu dan kuantitas injeksi bahan bakar. Pada prosesnya, unit kontrol elektronik mesin menyuntikkan sejumlah kecil bahan bakar tepat sebelum peristiwa injeksi utama terjadi.
Dengan demikian, waktu penyuntikan bahan bakar menjadi efisien, jumlah BBM yang disuntikkan juga efisien, sehingga irit. Secara bersamaan pula meminimalkan gas-gas buang yang sudah ditentukan pada batas standar Euro 4.
Iritnya teknologi Common Rail Isuzu juga sudah terbukti efektivitasnya melalui pengujian internal Isuzu ELF NLR L dengan mensimulasikan sebuah perjalanan on-road selama 26 hari dengan jarak tempuh 450 km/hari, GVW Total kendaraan mencapai 5.400 kg, dan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar selama perjalanan. Alhasil Isuzu ELF NLR L menunjukkan efisiensi bahan bakar mencapai 8,6 km/liter, atau lebih irit 34,4%* jika dibandingkan kompetitor, dengan potensi penghematan BBM mencapai Rp3,1 juta*. (Angka yang didapatkan berdasarkan uji coba internal IAMI. Angka yang dihasilkan bisa berbeda tergantung pada situasi, kondisi jalanan, cara mengemudi, dan lain-lain).
“Melalui penggunaan mesin yang sudah dilengkapi Common Rail, Isuzu ELF NLR L mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal tanpa mengurangi performa kendaraan. Terbukti simulasi uji coba yang dilakukan oleh internal berdampak kepada biaya operasional yang lebih hemat hingga 25,6% per bulan, sehingga memberikan keuntungan lebih bagi pelaku usaha dalam meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional kendaraan, dan tentunya lebih ramah lingkungan karena irit bahan bakar,” jelas Rian.
Rian pun menyarankan para pengemudi truk agar menerapkan teknik eco driving berupa menjaga putaran mesin, melakukan akselerasi halus, antisipatif bukan agresif, memanfaatkan engine brake, menjaga kecepatan konstan, hindari idle lama, memerhatikan beban dan distribusi muatan, memerhatikan tekanan ideal ban, serta menggunakan gigi tinggi ketika memungkinkan. ##
