Jakarta — PT Jetour Sales Indonesia bersiap meluncurkan Jetour T1 i-DM (intelligent dual mode). Mobil ini mengadopsi teknologi PHEV atau plug-in hybrid electric vehicle.
Jetour T1 i-DM hadir dengan perpaduan desain modern bergaya adventure, kabin yang lapang, serta teknologi yang mendukung efisiensi dan kenyamanan berkendara untuk kebutuhan mobilitas masa kini. Karakter tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan para konsumen Indonesia saat ini, khususnya mereka yang memiliki gaya hidup aktif, dinamis, dan gemar menjelajahi berbagai destinasi, baik di perkotaan maupun luar kota.
“Jetour melihat kebutuhan konsumen saat ini terus berkembang menuju kendaraan yang tidak hanya memiliki desain kuat dan karakter berbeda, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas, efisien, dan nyaman untuk berbagai gaya hidup modern. Kami percaya, Jetour T1 akan menjadi salah satu langkah penting kami dalam menghadirkan inovasi global yang semakin relevan bagi pasar Indonesia, dan dalam waktu dekat model ini akan segera kami hadirkan secara resmi di Indonesia,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia.
SUV 5-seater ini memiliki dimensi kendaraan yang proporsional dan fungsional untuk keseimbangan antara kenyamanan kabin dan kemudahan bermanuver dengan panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.840 mm dan wheelbase 2.800 mm.
Berdasarkan website resminya, Jetour T1 PHEV menggendong mesin 1.499cc 4-silinder bertenaga 132 ps pada 5.200 rpm dan bertorsi 200 Nm; serta sebuah motor listrik bertenaga 150 kW dan bertorsi 310 Nm. Transmisinya eCVT.
Baterai LiFePO4 26,7 kWh hanya memerlukan waktu 30 menit untuk pengisian 30%-80% di sumber DC Fast Charging. Sementara durasi pengisian di sumber AC Slow Charging dari 30%-100% dalam 4 jam.
Beberapa fitur andalannya termasuk: kamera 540°, ADAS (advanced driver assistance systems), 3 drive mode (Sport, Economic, Standard), dual-zone automatic climate control, layar-sentuh 15,6″, dan lain-lain.
Jetour T1 sudah lulus berbagai pengujian termasuk pengujian ketahanan di pegunungan tinggi Andes dan kawasan paling kering dunia Atacama Desert. Atacama Desert memiliki kelembapan relatif serendah 5%, panas terik, debu garam-alkali yang sangat korosif, catatan 91 tahun tanpa curah hujan yang terukur, dan fluktuasi suhu harian melebihi 30°C, wilayah yang sangat kering ini secara luas dianggap sebagai zona terlarang untuk berkendara. ##
