Jakarta – Perkembangan teknologi kendaraan listrik dan otomotif modern mendorong dunia pendidikan vokasi untuk menyesuaikan kompetensi tenaga pengajar dengan kebutuhan industri. Menjawab tantangan tersebut, Plan Indonesia, Plan Korea, dan Hyundai Motor Company menggelar pelatihan teknologi otomotif bagi 60 guru SMK dan instruktur pendidikan vokasi di PPKPI Jakarta, Jakarta Timur, pada 13–15 Oktober 2026.
Melalui program Hyundai Motor Company High-Tech Volunteer Program, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait teknologi mesin modern, sistem diagnostik kendaraan, hingga teknologi hybrid dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Pelatihan ini mencakup tiga bidang utama, yakni Smartstream Powertrain: ICE Gasoline & Diesel, Advanced Diagnostics & ADAS, serta Eco-Friendly Vehicles: HEV & EV High Voltage Safety. Sebanyak 60 peserta, termasuk empat perempuan, mengikuti sesi teori dan praktik yang dipandu langsung oleh para ahli Hyundai Motor Company.
Materi yang diberikan meliputi teknologi mesin bensin dan diesel, sistem komunikasi elektronik kendaraan, teknologi bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta prosedur keselamatan dalam menangani sistem tegangan tinggi pada kendaraan hybrid dan listrik.
Resource Mobilization Director Plan Indonesia, Urip Budiarto, mengatakan penguatan kompetensi guru dan instruktur menjadi langkah penting agar pendidikan vokasi mampu mengikuti transformasi industri otomotif.
“Transformasi industri hanya akan menjadi peluang bagi generasi muda jika pendidikan mampu mengikutinya. Karena itu, penguatan kapasitas guru dan instruktur penting agar pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dapat diteruskan kepada lebih banyak anak muda,” ujarnya.
Kebutuhan tersebut sejalan dengan perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Data International Council on Clean Transportation (ICCT) mencatat kendaraan listrik menyumbang 15,2 persen dari penjualan mobil penumpang di Indonesia pada kuartal II 2025. Kondisi ini memperkuat kebutuhan tenaga kerja yang memahami teknologi otomotif terkini.
Hyundai Motor Company High-Tech Volunteer Program Lead, Hyeri Na, menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam transformasi industri otomotif.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga pendidik diharapkan dapat memperluas penyebaran pengetahuan teknologi otomotif terbaru kepada calon tenaga kerja.
Program ini merupakan bagian dari Tech Muda 3.0, inisiatif ketenagakerjaan Plan Indonesia yang berfokus pada penguatan kapasitas dan tata kelola institusi pendidikan dan pelatihan vokasi (technical and vocational education and training/TVET).
Head of Programme Plan Korea, Sangyoung Park, menambahkan bahwa kolaborasi antara industri, lembaga pendidikan, dan organisasi pembangunan dapat memperluas akses generasi muda terhadap keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kolaborasi ini, Plan Indonesia, Plan Korea, Hyundai Motor Company, dan PPKPI Jakarta berharap pengetahuan praktis dari industri dapat diterapkan dalam pembelajaran vokasi. Dengan demikian, generasi muda diharapkan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi otomotif sekaligus memanfaatkan peluang kerja di sektor kendaraan hybrid dan listrik.
