Bandung — Di kalangan masyrakat masih banyak orang yang meragukan kemampuan motor listrik dalam urusan menanjak dan jarak tempuh. Untuk menepis paradigma tersebut, Yadea Indonesia menggelar keiatan Melawan Batas Jarak: Menempuh jarak lebih dari 150KM dalam sekali pengecasan.
Dalam uji performa Bandung hingga Bogor dengan jarak lebih dari 150 kilometer, Yadea Indonesia menerjunkan Yadea OSTA P dan Yadea Velax U. Masing-masing model hanya diberi jatah 1 kali pengecasan yakni di Bandung.
Dengan target lebih dari 150 km, Yadea ingin membuktikan bahwa motor listrik kini tidak hanya relevan untuk penggunaan dalam kota, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan perjalanan jarakmenengah dengan efisien.
“Kami ingin membuktikan, bahwa sepeda motor listrik saat ini penggunaannya tak hanya sebatas untuk penggunaan perkotaan. Namun mumpuni untuk perjalanan antarkota,” Ujar Andy Luo – VP & GM Penjualan dan Pemasaran Yadea Indonesia.
Berdasarkan lembar spesifikasi, Yadea Osta P sanggup menjelajah lebih dari 150 kilometer dengan baterai LFP IPX7 berkapasitas 72Volt 45Ah. Motor listrik ini menawarkan daya puncak 2,75kW.
Sementara Yadea Velax U bermodal baterai LFP 76Volt 30Ah dengan jarak tempuh sekitar 130 kilometer. Daya pucak motor listrik ini 3,2kW.
Rute yang dipilih bukan tanpa alasan. Jalur Bandung–Bogor dikenal memiliki medan ekstrem, termasuk tanjakan panjang di kawasan Puncak, Ciandjur, serta rute menantang di Sasak Rajamandala. Kondisi ini menjadi uji sesungguhnya bagi performa baterai, efisiensi energi, serta kestabilan kendaraan motor listrik dalam menghadapi berbagai kontur jalan.
Kepercayaan diri Yadea dalam menghadapi tantangan ini didukung oleh penerapan teknologi AiGO (Intelligent Riding System) dan iControl (Intelligent Control System). Sistem AiGO berperan dalam mengoptimalkan manajemen baterai secara cerdas, termasuk pemantauan kondisi daya secara real-time dan efisiensi distribusi energi selama perjalanan.
Teknologi ini juga didukung oleh indikator State of Charge yang akurat, sehingga pengendara dapat mengatur strategi berkendara dengan lebih tepat.
Sedangkan untuk iControl memberikan peningkatan pada aspek kendali dan stabilitas kendaraan.
Fitur seperti Traction Control System (TCS) dan Hill Descent Control (HDC) memastikan performa tetap optimal, bahkan saat melintasi jalan menanjak atau menurun yang menantang. Kombinasi kedua teknologi ini menjadi fondasi utama dalam mendukung pencapaian jarak tempuh maksimal.
Melalui tantangan ini, Yadea tidak hanya ingin membuktikan kemampuan motor listrik mereka, tetapi juga mengubah persepsi masyarakat terhadap kendaraan listrik yang kini semakin andal dan siap untuk berbagai kebutuhan mobilitas.
Anda dapat menyimak perjalanan ini via akun TikTok @YadeaIndonesia pada 28 April 2026. Kita akan lihat hasilnya. ##
