Jakarta – Adira Finance mencatat laba bersih Rp1,6 triliun per Januari hingga September 2026. Capaian lembaga pembiayaan ini didapat berdasar total pendapatan sebesar Rp9,8 triliun, yang naik 9 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu.
Capaian positif juga didapat dari kemampuan perusahaan menjaga total beban yang relatif stabil di kisaran Rp7,6 triliun. Hal ini, didukung dari penurunan beban bunga sebesar 14 persen dan beban penyisihan kerugian yang menurun 10 persen. Dengan pendapatan bertumbuh dan beban yang tetap terkendali, laba bersih perusahaan meningkat 56 persen.
Sejalan dengan itu, kualitas aset Adira Finance juga menunjukkan perbaikan. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross konsolidasian tercatat sebesar 1,8 persen pada September 2026, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,1 persen. Ke depan, kualitas pembiayaan dijaga melalui analisi yang cermat, serta penguatan aktivitas monitoring dan collection.
Agar bisnis terus bertumbuh, perusahaan solusi pembiayaan ini juga melakukan merger dengan Mandala Finance. Per Oktober 2026, operasional keduanya resmi menyatu. Integrasi ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan jaringan dan kapabilitas bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka peluang pertumbuhan pembiayaan yang lebih luas.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan. Di saat yang sama, integrasi operasional pascamerger menjadi momentum penting bagi kami untuk meningkatkan produktivitas jaringan, mengoptimalkan sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing Perusahaan ke depan,” Kata Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance.

Pembiayaan baru Adira Finance naik 13 persen
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, ekonomi Nasional mengalami tekanan terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah. Risiko kenaikan harga energi dan pelemahan nilai tukar Rupiah pun masih menjadi tantangan bagi pertumbuhan permintaan konsumen.
Meski begitu, Adira Finance membukukan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun sepanjang sembilan bulan tahun 2026, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh peningkatan pembiayaan di seluruh segmen baik otomotif maupun non otomotif.
Pada akhir September 2026, piutang pembiayaan yang dikelola lembaga keuangan ini mencapai Rp65,8 triliun, meningkat 7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mendukung pengembangan bisnisnya, Adira Finance terus mengoptimalkan jaringan usaha yang kini mencapai 847 kantor cabang dan kantor satelit di seluruh Indonesia.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menyampaikan bahwa ke depan, profit perusahaan terus dijaga melalui pertumbuhan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional. Sembari terus mencermati perkembangan kondisi pasar, dan menyesuaikan strategi bisnis secara terukur untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan.
