Jakarta – Pelumas bukan sekadar cairan yang dituangkan ke dalam mesin. Di balik produk yang digunakan kendaraan maupun mesin industri, terdapat proses riset dan pengujian yang menentukan kemampuan pelumas dalam melindungi komponen, menjaga performa, hingga menghadapi berbagai kondisi operasional.
Hal tersebut menjadi perhatian PT Pertamina Lubricants (PTPL) dalam mengembangkan produk pelumasnya. Sebagai bagian dari Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga, Pertamina Lubricants terus mengembangkan teknologi pelumas agar dapat mengikuti kebutuhan mesin yang semakin beragam.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Lubricants Technology Center (LTC) di Plumpang, Jakarta Utara. Fasilitas yang diresmikan pada 2023 ini memiliki luas sekitar 12.500 meter persegi dan dikembangkan sebagai pusat riset serta inovasi untuk pelumas dan specialty chemicals.
Bagi Pertamina Lubricants, LTC menjadi tempat untuk memastikan sebuah formulasi pelumas tidak hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi juga mampu bekerja ketika digunakan pada kondisi nyata.
Formulasi Jadi Langkah Awal
Pengembangan produk di LTC dimulai dari proses formulation. Pada tahap ini, tim riset mengembangkan formulasi dengan mempertimbangkan teknologi aditif serta kebutuhan dari mesin yang akan menggunakan pelumas tersebut.
Namun, prosesnya tidak berhenti pada formulasi.
Pelumas kemudian melewati berbagai tahapan pengujian, mulai dari bench test hingga engine test. Pengujian tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana karakteristik dan kemampuan pelumas ketika berhadapan dengan kondisi kerja mesin.
Jika ditemukan hasil yang belum sesuai, proses pengembangan dapat kembali dilakukan melalui tahapan troubleshooting.
Pendekatan tersebut memungkinkan Pertamina Lubricants menghasilkan formulasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mesin serta kondisi operasional tertentu.
Oli Juga Bisa Memberikan Informasi Kondisi Mesin
Selain mengembangkan produk baru, LTC memiliki Oil Clinic yang berfungsi sebagai fasilitas analisis pelumas dan bahan bakar.
Melalui analisis oli yang telah digunakan, kondisi pelumas dan mesin dapat dipantau secara berkala. Data yang diperoleh kemudian dapat membentuk tren yang membantu melihat perubahan kondisi selama mesin beroperasi.
Metode ini juga dapat membantu mendeteksi indikasi masalah sejak lebih awal. Ketika ditemukan data yang tidak normal, analisis dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan bagian mesin yang mengalami masalah serta tingkat kerusakannya.
Dengan begitu, oli yang sebelumnya hanya dianggap sebagai komponen pendukung mesin dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam melakukan predictive maintenance.
Oil Clinic Pertamina Lubricants mampu melakukan pengujian dengan lebih dari 45 parameter untuk pelumas dan bahan bakar. Dalam satu tahun, lebih dari 20.000 sampel dapat dianalisis.
Layanan yang tersedia juga mencakup oil analysis dan monitoring, reporting used oil berbasis web hingga technical support bagi para pelanggan.
Data dari Lapangan Kembali ke Riset
Menariknya, proses pengembangan pelumas tidak berjalan satu arah.
Data dan kondisi nyata yang ditemukan dari pelanggan melalui layanan Oil Clinic dapat menjadi feedback bagi Pertamina Lubricants. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan formulasi produk.
Artinya, pengalaman pelumas ketika digunakan di lapangan dapat kembali menjadi bagian dari proses riset.
Siklus tersebut membuat pengembangan produk tidak hanya mengandalkan pengujian di laboratorium, tetapi juga mempertimbangkan kondisi aktual yang dihadapi pengguna.
Tidak Hanya Fokus pada Produk
Pengembangan teknologi pelumas juga membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bagaimana pelumas bekerja dan dikelola.
Karena itu, LTC turut memiliki Integrated Lubrication Management Academy (ILMA). Fasilitas ini menjadi akademi manajemen pelumasan terintegrasi yang dimiliki perusahaan pelumas di Indonesia.
Keberadaan ILMA melengkapi ekosistem LTC yang mencakup riset, pengujian, analisis hingga edukasi mengenai manajemen pelumasan.
Dengan fasilitas tersebut, Pertamina Lubricants berupaya membangun kemampuan yang lebih menyeluruh dalam menghadapi perkembangan teknologi mesin dan kebutuhan industri.
Menjaga Pelumas Indonesia Tetap Kompetitif
Pengembangan LTC juga tidak terlepas dari ambisi Pertamina Lubricants untuk memperkuat daya saing produk Indonesia.
Saat ini, produk pelumas Pertamina telah dipasarkan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga menjangkau kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah dan Afrika.
Pertamina Lubricants juga menjalin kerja sama dengan mitra otomotif global, termasuk Lamborghini Squadra Corse dan VR46 Racing Team.
Keterlibatan dengan dunia motorsport dan industri otomotif berperforma tinggi dapat menjadi salah satu sumber pengalaman serta referensi dalam memahami kebutuhan pelumas pada kondisi ekstrem.
Pada akhirnya, pengembangan pelumas tidak hanya berbicara mengenai kualitas produk saat keluar dari pabrik. Ada rangkaian panjang yang dimulai dari riset, formulasi, pengujian, pemantauan kondisi oli, hingga mendapatkan feedback dari penggunaan di lapangan.
Melalui LTC, Pertamina Lubricants mencoba mengintegrasikan seluruh proses tersebut untuk menjaga agar produk pelumasnya tetap relevan dengan perkembangan mesin dan mampu bersaing di pasar global.
