WUHU – Chery Tiggo V akan memasuki gelanggang kompetisi sengit di segmen SUV 7-seater ladder frame, yang diisi oleh Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, selama tujuh belas tahun. Namun, kendaraan serbaguna dari Chery ini punya sejumlah keunggulan.
Pertama dari sisi mesin. Chery Tiggo V tidak mengandalkan mesin diesel seperti dua pesaingnya tersebut. Pabrikan lebih memilih dapur pacu berbahan bakar bensin 1.600cc turbo (belum terkonfirmasi) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) berteknologi CSH (Chery Super Hybrid).
Keputusan ini sangat cerdas karena harga Solar semakin tinggi. Sekaligus perusahaan menjawab trend kendaraan elektrifikasi di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan
Chery Tiggo V bensin dirancang untuk mendukung mobilitas harian dan perjalanan keluarga. Berdasarkan pengujian global, opsi mesin ini memiliki konsumsi bahan bakar minyak (BBM) 7,84 liter per 100 kilometer atau 17,76 kilometer per liter.
Sementara Chery Tiggo V CSH memadukan mesin berefisiensi termal tinggi dengan transmisi DHT (Dedicated Hybrid Transmission) untuk memberikan respons tenaga saat berkendara di perkotaan, melaju di jalan tol, menghadapi tanjakan, maupun membawa muatan penuh.
Pada konfigurasi PHEV global, konsumsi bahan bakarnya tercatat serendah 6 liter per 100 kilometer atau 16,67 kilometer per liter, dengan daya jelajah kombinasi hingga 1.030 kilometer berdasarkan NEDC atau 930 kilometer berdasarkan WLTC.
Ketersediaan konfigurasi PHEV akan disesuaikan dengan strategi, kebutuhan konsumen, dan kesiapan masing-masing pasar. Untuk pasar Indonesia, varian ini dipercaya akan dijual.
Mobil ini memiliki ground clearance 220 mm untuk menghadapi medan-medan tak rata. Versi ICE (Internal Combustion Engine) mampu melintasi genangan (water wading) mencapai 650 mm. Kendaraan ini juga dirancang untuk menghadapi kemiringan hingga 30 derajat.
SUV dengan lampu LED ini mengantongi fitur 540° HD Panoramic Camera yang membantu pengemudi memantau daerah sekitar serta bagian bawah kendaraan saat melewati ruang sempit atau medan dengan visibilitas terbatas.
Sama seperti lawan-lawannya, kabin Chery Tiggo V menawarkan 3 baris kursi (2+3+2). Kursi-kursi baris kedua dapat digeser hingga 380 mm. Para pengguna dapat mengatur posisi kursi untuk menambah ruang kaki, mempermudah akses menuju baris ketiga, atau memperluas ruang kargo. Konfigurasi lima atau tujuh kursi juga memungkinkan kabin menyesuaikan diri dengan kebutuhan penumpang dan barang yang berbeda.
Pintu belakang dengan bukaan lebar mempermudah akses ke ruang kargo ketika pengguna membawa koper, perlengkapan keluarga, sepeda, atau barang berukuran besar.
Untuk urusan keselamatan, struktur tubuh mobil ini menggunakan 76% high-strength steel dan aluminium, disertai penguatan pada area penting untuk mendukung perlindungan penumpang.
Chery juga merancang chassis Chery Tiggo V untuk menjaga kenyamanan di jalan aspal sekaligus memberikan kestabilan ketika melibas lintasan tidak rata.
Test Drive Chery Tiggo V secara singkat
Otobisnis berkesempatan melakukan test drive Chery Tiggo V bensin, di sebuan lintasan aspal dan tertutup, di Fantawild, Wuhu, China.
Dalam kesempatan yang sangat singkat tersebut, kami merasakan performa mesin yang cukup andal ketika diajak berakselerasi. Saat melakukan slalom, mobil ini pun menunjukkan kemahirannya, mudah diajak berkelok-kelok.
Kita tunggu kapan mobil ini akan dijual di Indonesia. Kami berharap ADAS akan menjadi fitur standar. ##
