Wuhu — PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengabarkan akan membawa Freelander 8 di Indonesia. Paling cepat pada tahun 2027.
Hali tersebut diungkap oleh Zeng Shuo, President Direktur PT Chery Sales Indonesia, di selepas acara Freelander Nightfall di Wuhu, China, pada 19 Oktober 2026.
“Kami akan mencoba membawanya pada tahun 2027, namun saat ini saya tidak bisa memastikan tepatnya,” ujar Zeng Shuo.
Dia pun belum mau berspekulasi mengenai harga Freelander 8, karena belum ada keputusan apakah Chery akan merakitnya di Indonesia atau diimpor secara untuh dari China.
“Kami belum bisa memberitahu, karena kami masih perlu melakukan kalkulasi dan periksa aturan pajak. Dan juga tergantung bagaimana kami akan membawa mobil ini ke Indonesia. Apakah dirakit di Indonesia atau secara CBU.
Sebelum menjadi sebuah brand (merek) di bawah Chery Group, Freelander merupakan sebuah model dari Land Rover yang meluncur pertama kali pada tahun 1997. Produksinya berhenti pada tahun 2015.
Pada Juni 2024, JLR (Jaguar Land Rover) dan Chery menandatangani Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent) untuk melisensikan merek Freelander kepada perusahaan patungan CJLR (Chery Jaguar Land Rover) guna pengembangan kendaraan-kendaraan listrik di China. CJLR akan mengalihkan arah jajaran produknya melalui kebangkitan kembali merek Freelander, dengan portofolio baru yang berbasis pada arsitektur kendaraan listrik (EV) milik Chery, yang akan diproduksi di Changshu.
Portofolio kendaraan listrik Freelander akan diproduksi bersamaan dengan jajaran model CJLR yang sudah ada saat ini, menandai babak baru bagi usaha patungan tersebut.
Kendaraan-kendaraan Freelander dirancang melalui kolaborasi antara tim kreatif Chery dan JLR guna menciptakan posisi baru di pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) arus utama di Tiongkok yang tengah berkembang pesat.
Freelander 8 merupakan model pertama Freelander sebagai brand meluncur pada 30 September 2026. Mobil ini mewarisi karakter dan keunggulan pendahulunya dari sisi desain eksterior dengan sentuhan kontemporer, emiliki kemampuan offroad, dan lain-lain.
SUV 7-seater ini mengadopsi teknologi PHEV, di mana terdiri dari mesin 2.0liter turbo Dedicated Hybrid dengan baterai LFP 34.12 kWh serta dual-motor all-wheel drive. Perusahaan menyatakan total jarak tempuhnya of 886 kilometer dengan kondisi bensin dan baterai penuh. Sementara EV mode bisa menjangkau jarak 110 km.
Sebagai informasi tambahan, kolaborasi antara JLR dengan Chery Group dimulai pada tahun 2012 dengan membentuk perusahaan patungan CJLR dengan komposisi saham masing-masing 50:50. ##
