SUBANG – Kehadiran BYD di Indonesia mendapat tanggapan sangat baik. Hal itu, terbukti dari tingginya angka penjualan mereka selama dua tahun belakangan. Bahkan, menggeser penjualan merek otomotif yang sudah lama hadir di Tanah Air.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Januari hingga November 2025, penjualan wholesales BYD sebanyak 47.300 unit dari total penjualan wholesales mobil listrik berbasis baterai yang dijual di Indonesia sebanyak 103.931 unit. Berarti, saat itu mereka menguasai sekitar 57 persen pasar mobil listrik di Indonesia.
Trend positif itu berlanjut di tahun berikutnya. Perusahaan mengklaim, pada periode Januari hingga Juli 2026 BYD Indonesia mencatat penjualan sebanyak 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen. Total lebih dari 100.000 kendaraan energi baru, kini telah dikirimkan BYD kepada konsumen Indonesia sejak merek ini hadir pada Januari 2024 lalu.
Penjualan produk-produk BYD di periode tersebut, berkontribusi terhadap penjualan keseluruhan kendaraan energi baru dengan pangsa pasar 27,3 persen dari total kendaraan yang terjual. Meningkat dibanding tahun lalu di periode yang sama dengan capaian pangsa pasar sebanyak 18,6 persen.
Memiliki pangsa pasar cukup besar, didasarkan pada model-model yang memenuhi ekspektasi konsumen Tanah Air. Berdasar data perusahaan, pada semester pertama 2026, Atto 1 merupakan model paling laris dengan penjualan wholesales sebanyak 10.116 unit. Lalu, disusul M6 dengan penjualan sebanyak 7.669 unit, dan Sealion yang terjual sebanyak 4.156 unit.
Capaian positif BYD di Tanah Air, berkontribusi terhadap penjualan merek ini di pasar global. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, mereka membukukan penjualan global sebesar 2,6 juta unit, dengan total penjualan kendaraan energi baru secara kumulatif mencapai 17,8 juta unit. Menegaskan mereka sebagai salah satu pemain global dalam industri kendaraan energi baru.

Langkah strategis BYD di Tanah Air
Agar trend penjualan tiap produknya tetap positif, BYD Indonesia menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya. Selain menghadirkan produk-produk sesuai kebutuhan, mereka juga memperluas jaringan distribusinya di Tanah Air.
Berkongsi dengan perusahaan distributor sebagai mitra strategis, BYD kini memiliki 100 lebih jaringan dealer di seluruh Indonesia. Hal itu pun tidak cukup, karena merek ini berambisi akan menambah jaringannya menjadi 150 dealer hingga akhir tahun 2026.
Selain memperluas jaringan distribusinya, pada 3 September 2026 lalu BYD juga meresmikan fasilitas produksinya di wilayah Subang, Jawa Barat. Berdiri di lahan seluas 126 hektar, fasilitas ini memenuhi beragam proses produksi, mulai dari stamping, welding, painting, hingga final assembly. Lengkapnya lini produksi, guna memenuhi tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kian meningkat. ##
