Manila — Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance memungkinkan ketiga berbagi banyak hal termasuk produk. Pada Februari 2026, Mitsubishi Motors mengabarkan kan meluncurkan mobil listrik berbasis Nissan Leaf generasi ketiga.
Mobil listrik Mitsubishi tersebut akan dijual di Amerika Serikat pada Semester II 2026. Generasi ketiga Nissan Leaf diluncurkan pada Juni 2025.
Nissan Leaf terbaru tersedia dengan dua pilihan baterai lithium-ion berpendingin cairan, keduanya menawarkan fungsi pengondisian termal. Model tertentu ditenagai oleh baterai dengan kapasitas 52 kWh, mendukung motor bertenaga 130 kW dan torsi 345 Nm. Opsi baterai yang lebih besar, 75 kWh, dikencani oleh motor listrik 160 kW dan torsi 355 Nm.
Sistem pemulihan dan manajemen termal yang ditingkatkan memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh pengisi daya onboard (OBC) untuk menghangatkan baterai, meningkatkan potensi regenerasinya dalam cuaca dingin.
Selain itu, pada varian-varian tertentu, fungsi pengkondisian termal cerdas yang terhubung dengan navigasi mengoptimalkan pendinginan baterai berdasarkan rute berkendara yang dipilih.
Di AS, beberapa varian Nissan Leaf yang menggunakan baterai 75 kWh diperkirakan mampu menempuh jarak maksimum hingga 303 mil (sekitar 490 kilometer). Para pelanggan di AS dan Kanada juga mendapat manfaat dari kemudahan konektor Standar Pengisian Daya Amerika Utara (NACS), yang memungkinkan mereka untuk mengisi daya di lokasi Tesla Supercharger. Saat terhubung ke pengisi daya cepat, pemilik dapat mengisi ulang 10-80% daya baterai hanya dalam waktu 35 menit.
Beberapa produk lainnya yang berbagi platform antara Mitsubishi dan Nissan adalah Nissan Livina dengan Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Triton dengan Nissan Navara, Mitsubishi Outlander dengan Nissan X-Trail (Rogue), Nissan Caravan dengan Mitsubishi Versa.
Nah, kita tunggu saja versi Nissan Leaf dari Mitsubishi Motors. ##
