JAKARTA – Memasuki awal 2026, penjualan sepeda motor Honda di wilayah Jakarta dan Tangerang menghadapi tekanan signifikan.
PT Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer sepedamotor Honda untuk area tersebut, mencatat perlambatan yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor musiman, mulai dari pergeseran jadwal Ramadan hingga padatnya hari libur nasional.
Chief Marketing Officer WMS, Edi Setiawan, menjelaskan, penurunan permintaan menjelang Idul Fitri adalah pola yang berulang setiap tahun.
Namun, lanjut Edi, tahun ini Ramadan yang datang lebih awal membuat periode perlambatan terjadi sejak Februari.
“Menjelang Lebaran, pasar memang menyempit. Konsumen cenderung mengalihkan keuangan dari pembelian kendaraan ke kebutuhan lain selama Ramadan dan persiapan Hari Raya, termasuk persiapan mudik,” ujarnya di sela acara buka puasa bersama media di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2026).
Tak hanya Ramadan, rangkaian libur panjang seperti Hari Raya Nyepi turut mengubah prioritas belanja masyarakat. Edi menyebut, momen liburan mendorong masyarakat untuk mengalokasikan dana ke sektor perjalanan dan liburan.
“Semua orang memilih jalan-jalan, industri otomotif pun tak kebagian porsi,” ucapnya sambil tertawa seraya menjelaskan dampak bagi pasar sepeda motor.
Pun demikian, WMS optimis kondisi tersebut akan membaik pada Q2 2026. “Kami optimis pada Q2 penjualan motor Honda akan membaik,” katanya optimis.
Hal itu didasari pada catatan pada periode Januari – Februari 2026. Meski pasar tengah lesu, data penjualan WMS justru menunjukkan data yang menarik.
Dijelaskan Division Head of Sales WMS, Olivia Widyasuwita, realisasi penjualan pada Januari–Februari 2026 hampir sejajar dengan periode sama tahun lalu. Bahkan, terdapat kenaikan tipis sebesar 1% dibandingkan dua bulan pertama 2025.
Menurut Olivia, stabilitas ini tidak lepas dari strategi menjemput bola yang agresif, mulai dari menggelar pameran hingga acara off-dealer.
“Menjemput bola melalui pameran terbukti jauh lebih efektif ketimbang hanya menunggu konsumen datang ke dealer,” tegasnya.
Aktivitas ini dinilai mampu membangkitkan minat beli di tengah lesunya kunjungan langsung ke ruang pamer. WMS optimistis bahwa pendekatan aktif melalui event akan terus menjaga momentum penjualan hingga Lebaran tiba. (*)
