Hoofddorp — Jika di Indonesia masih heboh dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) BYD bernama DM (Dual Mode) yang digendong oleh BYD M6 DM, maka di Eropa pabrikan ini menghadirkan BYD Dolphin G DM-i. Sama-sama PHEV.
Didukung oleh teknologi Super Hybrid DM revolusioner, BYD Dolphin G DM-i memadukan dimensi compact, kepraktisan mobil keluarga, dan kemampuan untuk menempuh jarak hingga 65 mil (105 kilometer) hanya dengan tenaga listrik. Sebuah tawaran unik di kelas supermini.
Mobil ini dirancang untuk para pelanggan yang mencari mobil compact yang mudah diakses dan menggabungkan kemampuan nol emisi dari EV (Electric Vehicle) murni dengan fleksibilitas jarak jauh terbaik dari sebuah hybrid. Super Hybrid BYD dengan teknologi DM menghadirkan pengalaman berkendara EV, dengan akselerasi kuat dan halus dari motor listrik di depan dan jangkauan cukup dari Baterai Blade untuk menyelesaikan perjalanan harian tanpa perlu bensin sama sekali.

Ketika diperlukan untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh, BYD Dolphin G DM-i secara cerdas mengelola sistem hybridnya untuk mencapai fleksibilitas di luar kemampuan supermini bertenaga ICE (Internal Combustion Engine) konvensional, mencapai konsumsi bahan bakar minyak (BBM) rata-rata (dengan baterai terisi penuh) serendah 201,7 mpg (85,8 km/liter) dan jangkauan hingga 646 mil (sekitar 1040 kilometer) dengan sekali pengisian penuh dan tangki bensin penuh. Perpaduan efisiensi dan jangkauan jauh ini unik di segmen B, menjadikan mobil pertama yang dikembangkan oleh perushaan khusus untuk Eropa sebagai terobosan nyata dalam aksesibilitas mobilitas energi baru yang berkelanjutan.
Kecanggihan BYD Dolphin G DM-i
BYD Dolphin G DM-i tidak seperti sistem PHEV tradisional, arsitektur DM BYD dipimpin oleh EV, yang berarti motor listrik torsi tinggi menggerakkan roda-roda dalam sebagian besar situasi. Ini memberikan mobil pengalaman berkendara tenang dan responsif seperti kendaraan listrik murni, dan memungkinkan mesin bensin Xiaoyun 1,5 liter untuk beroperasi seefisien mungkin dan menjaga baterai Blade tetap terisi.

Penandaan ‘DM-i' pada Super Hybrid merupakan singkatan dari ‘Dual Mode Intelligence', meskipun ini menyederhanakan konfigurasi yang mencakup dua motor listrik (satu motor penggerak, satu motor generator), mesin bensin, dan manajemen konstan oleh unit kontrol daya untuk memberikan perpaduan performa dan efisiensi yang dibutuhkan. Memang ada dua mode – ‘mode EV' dan ‘mode HEV' hibrida – tetapi mode kedua ini dapat beroperasi dalam beberapa cara.
Dalam ‘mode EV', mobil beroperasi seperti kendaraan listrik murni, sepenuhnya bergantung pada daya baterai dan tidak menghidupkan mesin bensin sampai tingkat pengisian baterai habis. Mobil hanya menggunakan motor penggerak listrik, yang dapat digunakan untuk memulihkan energi yang seharusnya hilang selama pengereman, untuk membantu mengisi ulang baterai.

Ketika pengemudi memilih ‘mode HEV' atau ‘mode Hibrida', atau mobil mengaktifkannya sendiri karena baterai habis, sistem ‘Kecerdasan' mengambil alih untuk beralih di antara lima konfigurasi, tergantung pada faktor-faktor termasuk kondisi pengisian daya dan situasi mengemudi.
- Ketika ada permintaan untuk kecepatan tinggi yang efisien, motor penggerak listrik dapat menggerakkan roda menggunakan daya tidak hanya dari baterai tetapi juga dari motor generator, yang ditenagai oleh mesin bensin
- Ketika tuntutan performa berkurang dan daya baterai rendah, hanya sebagian daya motor generator yang diberikan ke motor penggerak, sedangkan sisanya dialirkan untuk mengisi ulang baterai. Sistem ini juga mencakup kopling antara mesin dan roda yang dapat terhubung untuk memungkinkan tiga konfigurasi yang tersisa – sekali lagi, semuanya dipilih oleh pengontrol cerdas kendaraan, tanpa memerlukan input apa pun dari pengemudi
- Saat akselerasi kencang, mesin bensin dapat bergabung dengan motor penggerak listrik untuk menggerakkan roda-roda
- Demikian pula, jika sistem memutuskan bahwa mesin bensin menghasilkan daya lebih dari yang dibutuhkan, sistem dapat menggunakan sebagian daya tersebut untuk menggerakkan roda-roda dan mengalihkan sisanya ke motor listrik untuk diisi ulang ke baterai
- Terakhir, ketika kebutuhan pada roda penggerak sama dengan daya mesin bensin, roda-roda akan digerakkan tanpa baterai habis atau terisi ulang sama sekali.
Motor listrik sinkron magnet permanen BYD Dolphin G DM-i menghasilkan daya 163 PS (120 kW) dan torsi 210 Nm, memungkinkan akselerasi 0-62 mph hanya dalam 8,3 detik.
Dua ukuran Baterai Blade ditawarkan pada BYD Dolphin G DM-i. Versi Active memiliki kapasitas 7,42 kWh untuk jarak tempuh listrik murni gabungan WLTP sejauh 24,8 mil dan jarak tempuh total gabungan 633 mil. Edisi Boost, Comfort, dan Sport memiliki Baterai Blade 18,3 kWh, memperpanjang jarak tempuh listrik murni hingga 105 km dan jarak tempuh total gabungan hingga 646 mil, sekaligus menurunkan emisi CO2 dari 60 g/km menjadi hanya 32 g/km.
Model Active memiliki pengisi daya terintegrasi 3,3kW yang dapat mengisi penuh baterai dari 15% hanya dalam waktu kurang dari tiga jam. Versi Boost, Comfort, dan Sport meningkatkan daya ini menjadi 6,6kW dan mencakup kemampuan pengisian daya DC 39kW yang dapat mengisi baterai 18,3kWh dari 10% hingga 80% hanya dalam 26 menit. ##
