TANGERANG — Hingga kini mobil diesel masih menjadi favorit bagi banyak orang. Mesin diesel menawarkan tingkat efisiensi, tenaga dan torsi lebih tinggi dibandingkan mesin bensin.
Meski demikian, perawatan mobil diesel jangan dilupakan agar tetap dapat bekerja optimal sehingga meningkatkan efisiensi BBM (bahan bakar minyak) sekaligus memperbesar risiko kerusakan. Demikian saran Mulianto, brand owner PT Pertamina Lubricants.
“Perawatan berkala perlu dilihat sebagai investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, dan bukan hanya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan. Kondisi mesin yang terawat membantu menjaga pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen mesin menjadi lebih panjang. Dengan begitu, para pemilik kendaraan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan,” ujar Mulianto.
Mulianto pun membeberkan 6 tips perawatan mobil diesel:
- Lakukan penggantian filter bahan bakar secara berkala – Filter bahan bakar berfungsi menyaring kontaminan sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi. Filter yang kotor dapat mengganggu suplai bahan bakar sehingga mempengaruhi performa mesin
- Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan – Penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi membantu menjaga proses pembakaran berlangsung optimal sekaligus melindungi komponen sistem injeksi yang bekerja pada tekanan tinggi
- Jangan tunda penggantian oli dan filter oli – Oli berfungsi melumasi, mendinginkan, sekaligus melindungi komponen mesin dari keausan, dan mampu mengkondisikan jelaga sisa pembakaran. Sementara fungsi filter oli menyaring sedimen atau kotoran yang ada di oli. Filter yang kotor dapat mengganggu sirkulasi oli yang ada pada mesin. Sehingga kinerja pelumasan tidak optimal
- Bersihkan saluran injeksi dan ruang bakar – Setelah kendaraan menempuh sekitar 20.000 kilometer pembersihan saluran injeksi dan ruang bakar (purging) disarankan dilakukan untuk menjaga proses pembakaran tetap optimal. Gunakan cairan pembersih non-korosif
- Perawatan Turbocharger & Idling – Menjaga performa dengan selalu melakukan idling selama 2-5 menit sebelum mesin dimatikan sehingga turbocharger tetap bekerja dengan optimal dan usia pakai menjadi lebih panjang
- Perhatikan sistem pendingin mesin – Lakukan pengurasan sistem pendingin setelah kendaraan menempuh sekitar 40.000 kilometer. Mesin diesel bekerja pada temperatur tinggi sehingga sistem pendingin harus selalu dalam kondisi optimal. Penggantian coolant membantu mencegah overheat dan kerusakan

Selain tips di atas, menggunakan oli dengan spesifikasi dan kekentalan yang direkomendasikan pabrikan juga penting. Oli untuk kendaraan diesel dirancang untuk bekerja mengikuti karakteristik mesin diesel modern sehingga mampu memberikan perlindungan optimal, menjaga kebersihan mesin, serta mendukung efisiensi bahan bakar.
Salah satu oli mesin diesel adalah Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30, oli fully synthetic dengan spesifikasi ACEA A5/B5. Pelumas ini dirancang untuk memberikan perlindungan optimal pada mesin sekaligus mendukung efisiensi.
Nah, silakan Anda melakukan tips perawatan mobil diesel di atas. ##
