JAKARTA – Selain Julian Johan yang mewakili Indonesia pada ajang rally Dakar 2026 yang dilangsungkan di Arab Saudi pada 3-17 Januari, terselip juga pereli Indonesia, Shammie Zacky Baridwan yang ikut dalam pertarungan di atas lintasan gurun pasir tersebut.
Kehadiran pria bertubuh tegap ini memang menjadi sebuah keinginan sejak lama, dan berhasil diwujudkan pada tahun ini. Dalam eksistensinya tersebut, ia telah berhasil mengarungi separuh perjalanan dengan berhasil menyelesaikan 8 special stage.
Menanggapi keberhasilannya tersebut, Shammie Zacky setuju bahwa ajang rally ini bukan sesuatu yang mudah. Tidak hanya dari medan yang ia hadapi, tetap rute yang membentang dengan jarak ratusan kilometer juga menjadi salah satu challenge tersendiri.
“Menurut saya ini adalah balapan yang sangat berat selama beberapa hari. Salah satu yang paling menyita sepanjang pertarungan adalah jarak yang memiliki kilometer sangat panjang, hal ini tentu bukan hal yang mudah dan harus ditaklukan,” ungkapnya.

Kendati harus melewati semua challenge baru tersebut, tetapi ia merasa puas apabila mobil Toyota Bundera yang ia kemudikan tersebut berhasil mencapai garis finish. Hal ini tidak hanya sebagai pelepas cemas, tetapi juga sebagai obat lelah yang ia rasakan selama ratusan kilometer di dalam stage.
“Namun, setelah perjuangan yang kami telah lakukan selama berada di dalam stage, pada saat menyentuh garis finish, ini menjadi hal yang sangat membahagiakan untuk kami sehingga rasa lelahpun terbayarkan,”
Separuh perjalanan telah dilalui oleh Shammie Zacky bersama dengan co-drivernya, Ignas Daunoravicius yang berasal dari Lithuania. Selama itu pula ia berhasil menyelesaikan etape dengan pencapaian maksimal.
Di samping itu, pereli yang sempat mengikuti Asia Cross Country Rally (AXCR) di Thailand pada 2023 juga mengungkapkan ada sejumlah hal yang ia persiapkan untuk melakoni etape yang begitu ganas. Ia sadar bahwa sepanjang pertarungan tidak lepas dari dahaga dan rasa kantuk.

“Tapi untuk mengantisipasi hal tersebut saya selalu menyediakan snack dan air minum kecil untuk mensiasati agar kita terhindar dari kelelahan dan dehidrasi tadi,” bebernya.
Meskipun ia sangat berjuang ekstra untuk bisa mencapai garis finish di setiap etape, namun bicara hasil yang ditorehkan bisa dikatakan sangat maksimal. Pereli yang bernaung di bawah tim asal Prancis, Compagnie Saharienne, sukses mendapatkan pencapaian maksimal meskipun kompetisi baru berlangsung 50 persen.
“Kami bersyukur sejauh ini bisa mendapatkan hasil yang maksimal yaitu berada di peringkat kedelapan secara overall, dan peringkat keempat di Kelas H.1. Tidak mudah memang, apalagi saya harus berada satu arena dengan para pereli legend dunia yang telah memiliki pengalaman di Dakar. Mereka telah memiliki pengetahuan untuk bermain di Dakar ini, tapi hasil yang saya dapat sudah sangat baik sejauh ini,” pungkasnya. ###
