BANDUNG — BAIC T1 menjadi salah satu penantang di segmen hatchback listrik, yang dalam setahun belakangan ramai. Dijual dengan harga Rp393 juta, mobil listrik ini membawa sejumlah fitur unggulan.
Daftar Fitur BAIC T1
Mobil yang diimpor secara utuh dari China ini memiliki ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) yang terdiri dari belasan fungsi yakni Adaptive Intelligent Cruise Control System (ACC), Lane Departure Warning System (LDW), Pedestrian Collision Warning (PCW), Automatic Emergency Braking System (AEB), Front Collision Warning (FCW), dan lain-lain.
Salah satu fitur unggulan dan sangat menarik dari BAIC T1 adalah Automatic Parking Assist (APA). Pengemudi tinggal memberikan mobil perintah via touchscreen, lalu mobil pun dapat parkir dengan sendirinya. Pengemudi tidak perlu memutar setir, menekan pedal gas atau rem.
Panoramic roof seluas 2,34 meter persegi dengan sunshade, pengaturan jok-jok depan secara elektrik, jok kulit, Vehicle-to-Vehicle (V2V) & Vehicle-to-Load (V2L) menjadi unggulan-unggulan berikutnya.
Dengan wheelbase 2750 mm, BAIC T1 menawarkan kabin luas. Legroom depan dan belakang berlimpah. Kami sendiri dengan postur 170cm merasakannya. Sayangnya, bantalan jok belakang kurang menopang paha-paha kami. Headroom pun tidak terasa menekan kepala.
Buka dan tutup pintu bagasi pun mudah. Anda tinggal memerintahkannya melalui touchscreen.
@otobisnis.id
Fitur Parking Assist membuat pengemudi BAIC T1 tak perlu skill untuk masuk dan keluar parkir. Semua dilakukan oleh komputer mobil setelah pengemudi melakukan beberapa perintah di layar utama BAIC T1. Mobil listrik ini dijual dengan harga Rp393 juta dan jarak tempuh 425 kilometer (CLTC). #baic #baict1 #mobilkeren #mobillistrik #mobilmurah @baicglobal
Review BAIC T1
Kami berkesempatan melakukan review BAIC T1 dari Tangerang, Bandung dan kembali ke Tangerang, bersama puluhan wartawan. Kami merasakan performa mobil yang cukup baik selama berselancar di jalan tol.
Motor listrik bertenaga 70 kW dan bertorsi 176 Nm, menurut, kami dapat menjawab setiap masukan yang diberikan oleh kami ke pedal akselerasi. Terdapat 6 drive mode (Comfort, ECO, Sport, Adaptive, ECO+, dan Individual) untuk membantu pengemudi berkendara di berbagai kondisi.
Kualitas pengendaraan, tidak mengecewakan. Suspensinya terasa tepat — tidak terlalu lembut dan keras. Ini terutama ketika mobil melaju di jalan tol MBZ (Sheikh Mohammed bin Zayed). Road noise patut dipuji karena minor.
Namun, kami sempat mengalami kesulitan ketika di tengah perjalanan harus menyesuaikan sudut kaca spion samping. Tombol-tombol pengaturan kaca spion samping absen. Sebaiknya BAIC menyediakannya.
Selama dua hari perjalanan, BAIC T1 mencatat jarak tempuh pergi-pulang sejauh 412 kilometer, dengan total waktu perjalanan sekitar 18 jam dan kecepatan rata-rata 24 km/jam.
Berdasarkan hasil pengukuran selama kegiatan, konsumsi energi rata-rata tercatat sebesar 14,72 kWh/100 km, setara dengan sekitar 6,7 kilometer untuk setiap 1 kWh energi, dengan total konsumsi energi sekitar 60,7 kWh selama perjalanan.
Sebelum berangkat ke Bandung dari Tangerang, kondisi baterai high-voltage sekitar 96%. Setelah mencapai GH Universal Hotel, Ledeng, Cidadap, Kota Bandung, kapasitas baterai berada di kisaran 20%.
Setelah melakukan pengisian daya di Kota Bandung, esoknya, perjalanan ke Tangerang dimulai dengan kapasitas baterai mendekati 90%. Setelah berkeliling Kota Bandung dan melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta , BAIC T1 masih menunjukkan sisa kapasitas baterai di kisaran 40–50%.
Dari sisi biaya energi, total kebutuhan pengisian selama rangkaian perjalanan dua hari tercatat rata-rata sekitar Rp150 ribu. Ini jauh lebih hemat dibandingkan Anda mengendarai mobil bensin.
Sebagai tambahan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) 42,3 kWh membutuhkan waktu kurang dari 25 menit untuk diisi dari 30%-80% di sumber fast charging. Jarak tempuh mobil 425 kilometer berdasarkan CLTC atau 310 kilometer berdasarkan NEDC. ##
Kami suka:
- Kenyamanan suspensi
- Kelegaan kabin
- Kekedapan kabin
- Automatic Parking Assist
- Hemat energi
Kami tidak suka:
- Tombol-tombol pengaturan kaca spion samping absen
- Bantalan jok belakang kurang panjang sehingga kurang menopang paha-paha penumpang
