JAKARTA – PT Sokonindo Automobile (DFSK dan Seres Indonesia) bukanlah pemain baru di otomotif Indonesia. Produsen otomotif ini menjadi salah satu pabrikan mobil Tiongkok pertama yang memiliki pabrik sendiri di Indonesia.
Sejak hadir pada tahun 2017, PT Sokonindo Automobile langsung menunjukkan komitmen kuatnya dengan memiliki dan mengoperasikan pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang. Bahkan, pabrik yang memproduksi DFSK Super Cab, DFSK Gelora E, Seres E1 ini mengadopsi teknologi-teknologi terkini dan modern sebagai industry 4.0. Sebesar 90% dari proses produksi sudah menggunakan teknologi robotic.
Pabrik PT Sokonindo Automobile memiliki 4 fasilitas utama yakni Stamping Workshop, Welding Workshop, Painting Workshop dan Assembling Workshop. Total kapasitas produksi maksimum pabrik mencapai 50.000 unit per tahun, untuk memenuhi pasar Indonesia dan Asia Tenggara.
Tidak hanya sebagai pelopor dalam mendirikan pabrik mobil. Perusahaan telah menjadi trendsetter di segmen kendaraan niaga listrik. Pada tahun 2020, DFSK Gelora E meluncur sebagai kendaraan komersial listrik pertama di Indonesia.
Kendaraan elektrifikasinya berlanjut dengan dikenalkannya merek Seres di Indonesia pada tahun 2023. Merek kendaraan energi baru ini memasuki segmen city car listrik malelui Seres E1.
Pada Juli 2026, DFSK E5 Plus berteknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) menjadi kendaraan energi baru ketiga PT Sokonindo Automobile setelah DFSK Gelora E dan Seres E1. DFSk E5 Plus menggabungkan tenaga listrik dan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) untuk menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam.
Keandalan teknologi kendaraan elektrifikasi DFSK dapat dilihat dan dirasakan oleh Anda di pameran kendaraan listrik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) yang digelar dari 29 Oktober – 1 November 2026, di Jakarta International Expo (JIEXPO).
DFSK E5 Plus dan Fleksibilitas Mobilitas Keluarga

DFSK E5 Plus menjadi salah satu langkah penting DFSK di segmen mobil penumpang elektrifikasi. SUV 6-seater ini mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan kombinasi motor listrik dan mesin 1.5 liter.
Secara konsep, PHEV menawarkan sebuah kompromi yang menarik. Untuk perjalanan sehari-hari, mobil dapat mengandalkan tenaga listrik dengan kemampuan jarak tempuh murni listrik hingga 140 kilometer berdasarkan standar NEDC. Ketika perjalanan menjadi lebih panjang, sistem hybrid memberikan fleksibilitas tambahan sehingga pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.
DFSK mencatat jarak tempuh gabungan E5 Plus mencapai hingga 1.400 kilometer berdasarkan NEDC. Angka tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Ia menunjukkan satu pendekatan terhadap persoalan yang masih sering muncul dalam perjalanan menuju era elektrifikasi: bagaimana membuat kendaraan listrik tetap relevan untuk pola perjalanan yang beragam.
DFSK E5 Plus juga tidak hanya membawa cerita mengenai sistem penggerak. Dengan konfigurasi jok 2+2+2, kendaraan ini dirancang untuk kebutuhan keluarga. Kabinnya dilengkapi layar tengah 15,6 inci, ventilasi kursi untuk baris pertama dan kedua, sistem penyaringan udara PM2.5, serta berbagai teknologi bantuan pengemudi.
Di sisi teknologi keselamatan, DFSK E5 Plus memiliki ADAS (Advanced Driver Assistance System) yang terdiri dari Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Emergency Brake Assist, Blind Spot Detection, hingga Automated Parking Assist. Ada fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW, yang memungkinkan energi dari baterai digunakan untuk perangkat-perangkat listrik tertentu di luar kendaraan.
DFSK Gelora E: Ketika Elektrifikasi Masuk ke Dunia Usaha
Jika DFSK E5 Plus berbicara tentang mobilitas keluarga, maka DFSK Gelora E membawa cerita yang berbeda. Kendaraan listrik murni ini menyasar kebutuhan komersial dan tersedia dalam konfigurasi Minibus serta Blind Van.
Untuk versi Minibus dapat membawa hingga tujuh penumpang. Sementara versi Blind Van menawarkan ruang kargo hingga 4,8 meter kubik, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan bisnis.
DFSK Gelora E tersedia dalam pilihan baterai berkapasitas 38 kWh dan 42 kWh, dengan jarak tempuh hingga 300 km berdasarkan standar NEDC, bergantung varian. Untuk mendukung kepercayaan pelanggan dalam penggunaan jangka panjang, kendaraan ini dilengkapi garansi baterai selama 5 tahun atau 200.000 km serta garansi kendaraan selama 3 tahun atau 120.000 km, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Baterai 42 kWh memerlukan waktu 80 menit untuk terisi dari 20%-80% melalui sumber listrik fast charging CCS2.
Di PEVS 2026, PT Sokonindo Automobile melalui DFSK memperkenalkan logo baru khusus jajaran kendaraan komersial. Langkah ini menegaskan fokus DFSK dalam membangun identitas yang lebih spesifik bagi kendaraan komersial, selaras dengan karakter produk dan kebutuhan operasional pelanggan bisnis di Indonesia.
Pembaruan ini berlaku khusus untuk jajaran kendaraan komersial dan tidak mengubah identitas DFSK secara keseluruhan. Ubahan emblem merupakan bentuk diferensiasi visual, sementara standar kualitas produk, layanan purnajual, dan komitmen perusahaan kepada pelanggan tetap dipertahankan.
“Emblem baru ini menegaskan karakter lini kendaraan komersial DFSK dan membedakannya secara lebih jelas sesuai dengan kebutuhan segmennya. Bagi kami, kendaraan komersial bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian penting dari operasional dan keberlangsungan bisnis pelanggan. Karena itu, identitas produk perlu berkembang mengikuti karakter segmennya, sementara komitmen kami terhadap kualitas, layanan, dan pelanggan tetap sama,” ujar Franz Wang, COO PT Sokonindo Automobile.
Program Penawaran Spesial di PEVS 2026
Selama PEVS 2026, DFSK menghadirkan beragam program penawaran khusus, yang meliputi:
- Subsidi trade-in sebesar Rp80 juta untuk DFSK Gelora E Blind Van dan Rp85 juta untuk DFSK Gelora E Minibus
- Gratis wall charger beserta instalasi, dengan panjang kabel hingga 5 meter
- Gratis perawatan berkala untuk EC Series selama 5 tahun atau 200.000 km, dengan maksimal 10 kali perawatan dasar.
- Gratis perawatan berkala untuk DFSK E5 Plus selama 5 tahun atau 100.000 km, dengan maksimal 10 kali perawatan dasar, termasuk suku cadang dan biaya jasa.
Nah tunggu apa lagi, silakan mampir ke booth DSFk selama PEVS 2026. ##
