WUHU — Penjualan Jetour 2025 tumbuh 9,5% di dunia. Sebanyak 622,590 kendaraan terjual sepanjang tahun lalu.
Dengan penjualan Jetour 2025 tersebut membuat penjualan kumulatif brand di bawah Chery Holding ini melebihi 2,15 juta kendaraan sejak hadir pertama kali pada Januari 2018. Hal ini menjadikannya satu-satunya merek otomotif di dunia yang mencapai tonggak sejarah tersebut dalam waktu sesingkat itu.
Jenama ini kini beroperasi di lebih dari 100 pasar yang meliputi Timur Tengah, Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia-Pasifik, dan Eropa, dengan jaringan penjualan dan layanan yang terdiri dari lebih dari 2.000 gerai.
Pada tahun 2025, Jetour mencapai penjualan lebih dari 70.000 unit di Timur Tengah, yang mewakili peningkatan tahunan lebih dari 80%. Di pasar SUV, pangsa pasar mereka meningkat menjadi 8,45%, menempati peringkat 3 teratas secara keseluruhan dan No. 1 di antara merek-merek Tiongkok. Seri X (X70, X70 Plus dan X90 Plus) dan Seri T (T1 dan T2) telah mengamankan basis yang solid di segmen SUV keluarga dan kendaraan off-road ringan. Yang perlu diperhatikan, Seri T menempati peringkat No. 1 di segmen SUV off-road ringan di pasar-pasar utama seperti UEA, Qatar, dan Kuwait.
Sementara itu, Jetour mengejar strategi pasar kelas atas. Pada November 2025, model Seri G pertama — Jetour G700, diluncurkan di UEA. Diposisikan sebagai SUV segala medan premium, model ini menekankan desain, performa, dan pengalaman pengguna, meningkatkan citra merek Jetour di Timur Tengah. Jetour G700 semakin terkenal ketika juara maraton Olimpiade Sir Mo Farah menjadi pemilik selebriti pertamanya, meningkatkan visibilitas dan nilai simbolisnya.
Jetour T2 Raih 5-Bintang ASEAN NCAP
Memasuki tahun 2026, Jetour T2 meraih Peringkat Keselamatan 5 Bintang dari Program Penilaian Mobil Baru ASEAN (ASEAN NCAP), dengan skor keseluruhan 86,50 poin. Hasil ini menyoroti kinerja keseluruhan model yang kuat dalam hal keselamatan kendaraan dan perlindungan aktif.
Dalam penilaian tersebut, Jetour T2 unggul dalam empat kategori evaluasi utama, termasuk Perlindungan Penumpang Dewasa (AOP), Perlindungan Penumpang Anak (COP), Bantuan Keselamatan (SA), dan Keselamatan Pengendara Sepedamotor (MS).
Mengingat kondisi lalu lintas sepedamotor yang kompleks di pasar ASEAN, ASEAN NCAP telah memperkenalkan penilaian Keselamatan Pengendara Sepedamotor (MS). Dalam pengujian ini, sistem Deteksi Titik Buta (BSD) SUV ini memberikan kinerja yang luar biasa dan menerima skor sempurna.
Untuk keselamatan pasif, T2 memiliki kekakuan torsi sebesar 31.000 N·m/derajat. Struktur berkekuatan tingginya membantu mengendalikan deformasi saat terjadi benturan dan melindungi penumpang. Baja berkekuatan tinggi mencakup 80% dari bodi, membantu menyebarkan energi benturan dari berbagai arah.
Untuk keselamatan aktif dan bantuan, T2 hadir standar dengan Electronic Stability Control (ESC), Anti-lock Braking System (ABS), dan Seatbelt Reminder System (SBR) untuk kursi depan dan belakang. Fitur-fitur lainnya termasuk deteksi penumpang kursi belakang, Blind Spot Detection (BSD) di kedua sisi, Pedestrian Protection (PP), Child Presence Detection (CPD), dan ISOFIX untuk kursi anak.
Bergantung pada kompleksitas lalu lintas di kawasan ASEAN, Jetour T2 menyediakan berbagai teknologi bantuan pengemudi canggih, termasuk Pengereman Darurat Otomatis (Autonomous Emergency Braking/AEB), Peringatan Tabrakan Depan (Forward Collision Warning/FCW), Bantuan Menjaga Jalur (Lane Keep Assist/LKA), Peringatan Keluar Jalur (Lane Departure Warning/LDW), dan Lampu Jauh Otomatis (Auto High Beam/AHB), sehingga memberikan jaminan keselamatan yang andal bagi para pengguna lokal. ##
