Jakarta — Ban mobil memiliki 5 fungsi utama yakni menopang bobot kendaraan, memberi mobil bantalan terhadap goncangan jalan, mendorong kendaraan tanpa tergelincir, memungkinkan kendaraan untuk mengubah arah dan berbelok tanpa tergelincir, serta meneruskan gaya percepatan, pengereman, dan menikung ke lintasan.
Itulah sebabnya pengendara harus memperhatikan kondisi ban, terutama potensi aus, retak, hingga risiko pecah ban saat menghadapi suhu dan kondisi jalan yang lebih ekstrem, khususnya di musim kemarau.
Menurut Hankook Tire Indonesia, saat suhu permukaan jalan meningkat, suhu udara di dalam ban juga ikut naik sehingga tekanan angin dapat bertambah sekitar 1 PSI (pound per square inch) setiap kenaikan suhu 5–6°C. Pada mobil berjenis SUV yang memiliki bobot dan kapasitas muatan lebih besar, kondisi ini membuat ban bekerja lebih berat, terutama saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi di atas permukaan aspal panas.
“Peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, merupakan kondisi yang normal. Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Karena itu, penting bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan,” kata Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia.
Untuk meminimalkan risiko aus dan retak pada ban SUV perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Pilih desain tapak dengan distribusi tekanan merat. Desain tapak dengan profil kotak (square profile) membantu menyebarkan beban kendaraan secara merata ke seluruh permukaan ban, sehingga mobil lebih stabil dan mencegah keausan ban yang tidak merata akibat tekanan berlebih di satu titik atau pada permukaan tertentu saja
- Perhatikan kekuatan struktur tapak (stiffness). Pola tapak dengan tingkat kekakuan yang tinggi membantu menjaga bentuk dan kestabilan permukaan ban saat suhu jalan meningkat, terutama ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi atau membawa beban berat
- Sesuaikan dengan karakter pengguna kendaraan. Untuk penggunaan harian di jalan aspal, ban dengan fokus pada kenyamanan, kestabilan, dan tingkat kebisingan rendah akan lebih optimal digunakan. Sementara itu, untuk perjalanan dengan beban berat atau medan yang lebih menantang, diperlukan ban dengan daya tahan struktur, kekuatan tapak, serta kemampuan traksi yang lebih tinggi agar performa dan keamanan tetap terjaga
Tapak ban (tread) memiliki fungsi utama dalam menjaga traksi sekaligus mendistribusikan tekanan secara merata, mengurangi akumulasi panas dan menjaga keausan tetap seimbang. Menjawab tantangan tersebut, produsen ban mulai mengadopsi teknologi seperti Square Profile dan high stiffness pattern kini menjadi solusi untuk menjaga stabilitas ban dalam kondisi ekstrem, termasuk suhu jalan yang tinggi.
PT Hankook Tire Sales Indonesia menekankan bahwa pemilihan ban yang tepat menjadi langkah preventif penting dalam mengurangi risiko aus dan retak, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia.
Produsen ban kelas dunia ini memiliki 2 pilihan ban Dynapro yakni:
- Dynapro HPX dirancang untuk kenyamanan premium, tingkat kebisingan rendah, pengalaman berkendara yang halus dan stabilitas tinggi di jalan aspal
- Dynapro HT difokuskan pada daya tahan maksimal, dengan struktur yang lebih kuat dan ketahanan aus lebih tinggi, sehingga cocok untuk perjalanan jarak jauh dengan insentitas berkendara yang tinggi maupun perjalanan jarak jauh
Kedua ban Hankook tersebut mengusung konsep efisiensi jangka panjang (economy of durability) melalui umur pakai lebih panjang dan performa konsisten. Dengan trend SUV yang terus meningkat di Indonesia, kesadaran akan pentingnya penggunaan ban yang memang khusus dirancang sesuai dengan karakteristik SUV menjadi semakin relevan. Tidak hanya untuk menjaga performa kendaraan, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko kecelakaan akibat kegagalan ban, terutama di musim kemarau. ##
