Tangerang – Jetour T2 i-DM yang diluncurkan di GIIAS 2026 diklaim memiliki teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) canggih. Ini sangat cocok untuk mengakomodir kebutuhan mobiltas di Indonesia.
Menurut Moch Ranggy Radiansyah selaku Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, di Tanah Air, kendaraan tidak hanya digunakan di dalam kota saja, tetapi juga digunakan untuk menjelajah antar kota seperti mudik, dan berpergian menuju wilayah dengan infrastruktur pengisian daya terbatas.
“Kebutuhannya sangat jelas, konsumen ingin merasakan tenaga listrik untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi tetap bebas khawatir ketika melakukan perjalanan jauh. Dari sinilah, kendaraan PHEV menjadi jawaban,” ungkapnya saat ditemui pada acara bertajuk Deep Dive Engineering Behind Jetour T2 i-DM.
Meski kebutuhan konsumen sudah jelas, yakni mengakomodir berkendara secara elektrik untuk sehari-hari dan nyaman dibawa jarak jauh, namun merek otomotif China ini ingin memberikan ekstra benefit bagi pelanggannya melalui teknologi PHEV khas perusahaan bernama i-DM alias Intelligent Dual Mode.
“Bagi Jetour, teknologi hybrid bukan sekedar gabungan dua sumber tenaga. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh sistem dapat bekerja secara cerdas dan juga terintegrasi. Karena itu, teknologi i-DM mengintegrasikan tiga kompenen utama kendaraan yang bekerja sebagai satu kesatuan,” katanya.
Keunggulan teknologi i-DM pada Jetour T2 terletak pada penggunaan mesin dedikasi hybrid Acteco generasi kelima 1.5 TGDI yang menghasilkan tenaga 100 kW berikut torsi 220 Nm. Apabila tenaga mesin digabung dengan dua motor listrik, maka tenaga yang dihasilkan mencapai 165 kW dan memiliki capaian torsi 390 Nm.
Kemampuan mesin mengubah bahan bakar menjadi energi pun cukup mumpuni, karena komponen ini memiliki efisiensi termal hingga 44,5 persen. Ditambah penggunaan transmisi hybrid 3-percepatan dengan kemampuan efisiensi hingga 97,6 persen, maka Jetour T2 i-DM bisa dibilang irit konsumsi bahan bakar. Tak heran kalau model ini mampu menjelajah hingga 1.200 kilometer lho.
Ia melanjutkan, karena teknologi PHEV memanfaatkan pembakaran internal mesin menjadi energi listrik, maka daya listrik yang dihasilkan disimpan ke dalam baterai LFP besutan CATL berkapasitas 18,4 kWh. Menariknya, komponen penyuplai energi listrik ini juga mendukung DC fast charging yang mampu mengisi daya dari 30 hingga 80 persen dalam tempo sekitar 27 menit saja.

Teknologi Jetour T2 i-DM untuk berbagai kebutuhan berkendara
Merek naungan Chery Group ini mengklaim, bahwa salah satu keunggulan teknologi i-DM terletak pada pengguna dua motor listrik yang masing-masing memiliki peran dalam sistem penggerak roda Jetour T2. Setiap peran, bertujuan untuk mengakomodir kebutuhan berkendara.
“Saat menghadapi tanjakan dan membawa beban berlebih, distribusi tenaga bekerja lebih optimal sehingga kendaraan terasa bertenaga dan stabil. Dan sistem juga mengelola penggunaan serta pengisian daya secara otomatis untuk menjaga efisiensi tanpa mengorbankan performa,” lanjut Ranggy.
Ia memaparkan lebih lanjut, bahwa saat digunakan untuk mobilitas harian pada kecepatan rendah, Jetour T2 i-DM menggunakan mode Single Motor Drive. Sementara, ketika membutuhkan akselerasi responsif, Dual Motor EV Drive akan aktif.
Apabila daya baterai Jetour T2 i-DM menurun, sistem akan beralih secara otomatis ke Series Drive, di mana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai pada skenario kendaraan ketika sedang melaju ataupun saat sedang berhenti dan parkir.
Lebih lanjut, apabila pengguna Jetour T2 i-DM membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk menyalip atau melewati jalan menanjak, sistem akan beralih ke mode Parallel Drive dengan mengkombinasikan mesin bensin dan juga dua motor listrik untuk menghasilkan performa maksimal.
Ketika pengendara membutuhkan kecepatan tinggi, mesin bensin mobil PHEV ini dapat menggerakan roda secara langsung melalui mode Direct Engine Drive. Dan ketika kendaraan melambat, melakukan pengereman, atau melewati jalan menurun sistem Energy Recovery akan aktif mengisi daya baterai.
“Seluruh proses tersebut, berlangsung secara otomatis oleh teknologi i-DM. Sehingga, pengalaman berkendara PHEV akan menjadi lebih simple bagi konsumen,” pungkas Ranggy.
