JAKARTA – Tekiro Mechanic Competition 2026 telah digelar dan langsung menorehkan capaian bersejarah. Kompetisi otomotif yang ditujukan bagi pelajar SMK ini berhasil mencatatkan diri di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai kompetisi teknik otomotif dengan jumlah peserta terbanyak.
Sebanyak 89.565 siswa dari 544 SMK di berbagai wilayah Indonesia turut ambil bagian dalam gelaran yang telah berkembang pesat sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022. Capaian tersebut semakin mengukuhkan posisi Tekiro Mechanic Competition sebagai salah satu tolok ukur kompetisi otomotif tingkat pelajar, khususnya bagi jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).
Berada di bawah naungan PT Altama Surya Anugerah, Tekiro Mechanic Competition 2026 tidak sekadar berfokus pada perlombaan. Tekiro juga membangun ekosistem pembinaan yang terstruktur, dimulai dari kegiatan roadshow ke sekolah-sekolah hingga memasuki tahap kompetisi yang menguji kemampuan teknis dan diagnostik peserta secara langsung.
Pencapaian rekor MURI menjadi bukti nyata konsistensi penyelenggaraan yang inklusif dan berkelanjutan. Kompetisi ini tidak hanya menjangkau kota-kota besar, tetapi juga melibatkan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pengakuan dari MURI ini merupakan kehormatan sekaligus bukti komitmen kami,” ujar Oscar Sutjiadi, Presiden Direktur PT Altama Surya Anugerah. “Lebih dari sekadar penghargaan, ini adalah simbol kolaborasi antara industri, dunia pendidikan, dan para calon teknisi masa depan dari seluruh penjuru negeri,” lanjutnya.
Pada tahun ini, kompetisi telah memasuki fase penting. Babak semifinal digelar pada 25 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan babak final pada 26 April 2026.
Di tahap ini, para peserta terbaik tidak hanya diuji dari sisi teori, tetapi juga kemampuan praktis seperti kecepatan, ketelitian, serta ketepatan dalam menganalisis permasalahan kendaraan.
Menambah daya tarik, proses penilaian turut melibatkan figur KOL otomotif, Den Dimas, yang berperan sebagai juri di babak penentuan.
Tahapan seleksi berlangsung berjenjang, dimulai dari babak penyisihan secara daring, kemudian mengerucut ke 30 besar semifinalis, hingga akhirnya terpilih para finalis terbaik.
Pada babak puncak yang digelar di Jakarta, kemampuan peserta diuji secara komprehensif dalam berbagai bidang teknis otomotif. Materi yang diujikan meliputi sistem kelistrikan, diagnosa mesin (engine tune-up), sistem transmisi, hingga penanganan teknologi kendaraan terkini. Seluruh proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari kalangan praktisi industri dan akademisi.
Tak hanya berfokus pada keterampilan teknis, kompetisi ini juga menjadi indikator kesiapan siswa untuk terjun ke dunia kerja. Standar penilaian yang diterapkan pun telah diselaraskan dengan kebutuhan industri otomotif masa kini.
Sebagai bentuk penghargaan, Tekiro menyediakan total hadiah bernilai ratusan juta rupiah yang mencakup uang tunai, trofi, sertifikat, serta paket peralatan bengkel profesional bagi sekolah pemenang. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas fasilitas praktik di SMK. ##
