Jakarta — Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 telah usai. Sejumlah brand China meramaikan pameran otomotif yang berlangsung dari 18-28 Juli 2024 di Kabupaten Tangerang tersebut.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mencatat 11 brand China yakni BAIC, BYD, Chery, DFSK, GAC Aion, GWM, Jetour, Neta, Seres, dan Wuling. BAIC, BYD, GAC Aion, Jetour, tampil perdana di GIIAS. Bahkan Jetour dalam tahap pengenalan pasar. Sementara DFSK dan Wuling merupakan pemain-pemain senior dari China di Indonesia, dengan kiprah sudah 7 tahun.
Lalu bagaimana performa penjualan (Surat Pemesanan Kendaraan/SPK) semua brand China tersebut?
Penampilan perdana BAIC di GIIAS 2024 berhasil mengoleksi 136 SPK. Dari total angka penjualan tersebut didominasi oleh BJ40 Plus sebesar 80% dan sisanya X55 II. Penjualan kendaraan offroad premium BJ40 Plus yang cukup besar ini dinilai sangat positif, meski memiliki pasar tersegmentasi namun berhasil mencetak angka setara dengan pasar large SUV di Indonesia.
BYD (Build Your Dreams) menjadi salah satu bintang di GIIAS 2024 dengan 2.920 SPK. Bahkan, BYD M6 yang diluncurkan di pameran tersebut membukukan jumlah test drive terbanyak “The Most Driven Car” sebanyak 2.181 kali. BYD M6 merupakan midize MPEV (Multi Purposes Electric Vehicle) yang dijual secara massal pertama di Indonesia.

Chery mengumumkan pencapaian luar biasa selama GIIAS 2024 dengan mengukir sejarah baru, mencatat total 1.009 SPK. Artinya Chery mengalami kenaikan 75% dari GIIAS 2023.
DFSK bersama saudaranya SERES — brand EV (electric vehicle) dari DFSK — mencatatkan 546 SPK. DFSK Gelora E Blind Van membukukan pemesanan sebesar 212 unit, disusul SERES E1 L-Type sebanyak 126 unit. Model lain yang berkontribusi adalah SERES E1 B-Type (83 unit), DFSK Gelora E Mini Bus (67 unit), DFSK Super Cab (54 unit), dan DFSK Glory i-AUTO (4 unit). DFSK menorehkan 337 SPK dan SERES 209 SPK.
Pendatang baru GAC Aion dengan total 1.118 SPK. Spesialis EV ini menampilkan AION Y Plus, HYPTEC HT, AION ES dan HYPTEC SSR.
Neta mengumpulkan 327 SPK untuk NETA V-II dan pre-book NETA X. Mobil listrik yang diluncurkan di pameran adalah Neta X.
Wuling Motors sukses meraup 2.301 surat pemesanan kendaraan (SPK) dan test drive hingga 1.610 pengunjung. Adapun deretan jajaran EV-nya Air ev, BinguoEV dan CloudEV menyumbangkan kontribusi yang dominan baik untuk SPK maupun test drive. Komposisi SPK EV Wuling Motors terdiri dari BinguoEV sebesar 30%, Air ev series meraih 26% dan terakhir diikuti oleh CloudEV sebanyak 23%.
Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan (2 Agustus 2024), GWM (Great Wall Motors) Indonesia belum mengumumkan koleksi SPK selama GIIAS 2024, meski Otobisnis mendengar mereka mendapat response positif. Kami akan meng-update informasi ini. [Update (6/8/2024): GWM kumpulkan 178 SPK]
Sementara Jetour yang memamerkan Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus belum melakukan penjualan.
Sejauh ini kinerja BYD paling fenomenal di antara deretan brand China lainnya karena membukukan total SPK terbanyak dan sekitar 47% dari total SPK Toyota (6.202 SPK), bahkan mengalahkan brand-brand matang dari Jepang seperti Honda (1.861 unit) dan Suzuki (1.705 unit). Kinerja BYD dikalahkan oleh Mitsubishi Motors (3,353 SPK) dan Hyundai (3.606 SPK), sementara Daihatsu belum merilis pencapaian. Yang mengejutkan BYD menjinakkan kompatriotnya Wuling Motors.
Dengan data-data di atas, total SPK BAIC, BYD, Chery, DFSK, GAC Aion, Neta, Seres, dan Wuling tercatat 8.357 SPK [update menjadi 8.575 SPK termasuk GWM]. Sooner or later brand-brand China akan semakin mengancam squad Samurai Jepang. ##