Jakarta — PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) membukukan penjualan 25.295 kendaraan, di tengah tekanan pada industri otomotif nasional pada tahun 2025. Pencapaian tersebut membuat Isuzu menguasai 29% segmen kendaraan niaga nasional.
Isuzu Traga menjadi kontributor terbesar 47,5% dari total penjualan. Kontribusi ELF sebesar 23,7% dan GIGA mencapai 18,2%.
IAMI pun menyatakan Isuzu Unit in Operation (UIO) terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan UIO ini diimbangi dengan kebutuhan akan dukungan purnajual, sekaligus menjadi peluang meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih mudah dijangkau oleh para pelanggan Isuzu.
Strategi layanan purnajual yang berpusat kepada kebutuhan pelanggan ditunjukan melalui penambahan armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) sedari 156 unit menjadi 162 unit yang siap menghampiri konsumen di berbagai lokasi, kemudian pertumbuhan Bengkel Mitra Isuzu (BMI) dengan terstandarisasi oleh Isuzu Indonesia dari 165 unit menjadi 175 unit, serta dukungan penuh jaringan part shop meningkat menjadi 2.097 titik pada 2025 dari 1.930 pada 2024.
Para pelanggan juga masih akan mendapatkan dukungan penuh dari 4 unit Part Depo untuk memastikan konsumen segera mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan, hingga layanan Mechanic & Part on site di area-area khusus seperti pertambangan ataupun perkebunan.
Dukungan penuh layanan purnajual PT IAMI membuat revenue penjualan suku cadang tumbuh 4,6% dibandingkan tahun sebelumnya dan terus meningkat selama 5 tahun terakhir.
Selain itu, PT IAMI dengan fasilitas Isuzu Karawang Plant sebagai basis produksi menunjukan ekspor lebih dari 8.000 unit kendaraan ke 25 negara di berbagai kawasan, termasuk Amerika Latin, Asia Tenggara, hingga Asia Selatan.
“Tahun 2025 adalah periode yang penuh dinamika, mulai dari kondisi ekonomi yang fluktuatif, pengambilan keputusan pelanggan yang terus berkembang, hingga persaingan di segmen kendaraan niaga semakin kompetitif. Namun dengan strategi disiplin dan fokus pada kebutuhan pelanggan, Isuzu tidak hanya mampu bertahan tetapi juga menjaga performa bisnis tetap solid. Market share di tahun 2025 yang mencapai 29% menjadi bukti kepercayaan pelanggan terhadap kami sebagai ‘Real Partner, Real Journey' yang menguntungkan bisnis pelanggan,” ujar President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Masayasu Hideshima.
Memasuki 2026, IAMI akan menunjukan bisnis berkelanjutan melalui serangkaian peluang menguntungkan dan tetap mempertahankan strategi berfokus kepada pelanggan. Peluang dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada di kisaran 5%, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan global sebesar 3,1%. sampai penurunan suku bunga acuan juga dinilai membuka peluang pembiayaan yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha.
Hideshima menegaskan tahun 2026 akan menjadi fase penguatan IAMI untuk langkah berikutnya melalui memaksimalkan produktivitas manufaktur, mulai dari meningkatkan komponen lokal hingga melakukan modernisasi pada fasilitas pabrik, menjadi nilai lebih perusahaan dalam bersaing dan semakin kompetitif.
Perusahaan akan tetap mempertahankan strategi berbasis Customer Centric Value dengan meningkatkan pemahaman sekaligus relasi kepada para pelanggan, melalui peningkatan operasional dan pelayanan dealer sampai menyediakan program-program pendukung yang sesuai dengan setiap kebutuhan mereka.
IAMI akan mengedepankan Solution Driven Success Value dengan menekankan pentingnya uptime dan implementasi teknologi elematics Isuzu Link agar para pelanggan mendapatkan pelayanan terbaik setiap saat.
Sebagai informasi, pada tahun 2024, total penjualan Isuzu di Indonesia menyentuh 28.759 unit. ##
