JAKARTA – Apresiasi sebagai bentuk kepedulian nasib para supir truk ditunjukkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dengan cara menggaungkan kampanye tagar #Terimakasihsupirtruk dan #FusoKontribusi lewat sosial media digital.
Setiap postingan sosial media menggunakan tagar ini dikonversi ke dalam rupiah dengan jumlah Rp10.000 per posting, kemudian jumlah yang terkumpul didistribusikan dalam bentuk beasiswa kepada anak-anak sekolah terpilih yang bapaknya berprofesi sebagai supir truk.
Berlangsung sejak November 2017 sampai 3 Februari 2018, kampanye ini berhasil mengumpulkan 12.758 postingan tagar dengan rupiah terkumpul sebesar Rp125.780.000. Nilai ini kemudian digenapkan oleh KTB menjadi Rp330.000.000 dan dibagikan kepada 11 anak sekolah dalam bentuk beasiswa masing-masing sebesar Rp30.000.000.
“Ini adalah bagian dari program kampanye yang diawali pencapaian penjualan satu juta unit Mitsubishi Fuso. Semua terkait kontribusi para sopir truk Fuso dan para pemilik loyal Mitsubishi. Sekali lagi, ini adalah apresiasi kami buat mereka,” tutur Duljatmono, Direktur Sales & Marketing KTB, Senin (12/2/2018) di Pulomas, Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Duljatmono juga tak lupa menyampaiakan terima kasih atas kontribusi masyarakat yang sudah melakukan posting tagar sehingga mencapai 12.578 share posting.
Dunia pendidikan dirasa sangat penting bagi KTB, sehingga dengan hadirnya program ini mampu membawa harapan bagi anak-anak para supir truk pengguna Fuso melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Harapan kami bagi penerima beasiswa banyak sekali. Pendidikan penting bagi bangsa, dan kami berharap adik-adik ini bisa menjadi generasi sukses. Sedikit kontribusi ini dapat memberikan spirit dan semangat untuk kalian dalam memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, I Wayan Partana, orang tua dari I Made Naryama salah satu penerima beasiswa mengucapkan banyak terima kasih karena menjadi salah satu supir truk yang sekolah anaknya dibantu oleh KTB.
“Terima kasih atas beasiswa yang diberikan kepada anak saya. Saya cuma bisa berpesan kepada anak saya dan anak-anak penerima beasiswa lainnya agar bisa belajar dengan lebih semangat dan jadi orang yang berguna bagi bangsa, negara dan orang tua. Ingatlah bahwa orang tua kalian bekerja keras untuk bisa dapat uang, dan tidak gampang untuk menjadi supir truk seperti kami,” ujar I Wayan Partana penuh haru. [Dji Endee]