Jakarta — Dalam beberapa tahun belakangan kita sering mendengar NEV (New Energy Vehicle). Istilah ini dipopulerkan oleh China pada tahun 2009 agar mereka menjadi pemimpin di teknologi kendaraan listrik.
Dan hasilnya kita bisa lihat saat ini, pabrikan-pabrikan China menguasai teknologi dan pasar mobil elektrifikasi. New Energy Vehicle menggambarkan kendaraan-kendaraan yang ditenagai oleh sumber energi alternatif yakni kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle), hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle), bukan mesin pembakaran dalam tradisional (bensin atau diesel).
Dalam perkembangan NEV, sejumlah pabrikan mobil China seperti Changan, BYD, Chery, Geely, mengembangkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV). Secara konsep, teknologi REEV menawarkan pengalaman berkendara yang identik dengan mobil listrik murni, namun dengan tambahan ketenangan pikiran karena mesin bensin di dalamnya tetap tersedia sebagai generator untuk menjaga suplai energi baterai secara mandiri.
Roda-roda kendaraan berbasis teknologi REEV digerakkan oleh motor listrik sepenuhnya sehingga pengalaman berkendaranya tetap seperti mobil listrik murni. Dalam praktiknya, mesin ini bekerja lebih tenang dan efisien karena tidak bertugas menggerakkan roda-roda mobil secara langsung, melainkan menghasilkan energi listrik yang stabil untuk menjaga performa baterai tetap optimal.
Dengan demikian, REEV menjembatani kenyamanan berkendara listrik penuh dengan fleksibilitas penggunaan yang lebih senyap, halus, dan nyaman, sekaligus memberi para pemilik rasa aman saat menempuh perjalanan jauh.
Changan akan menjadi brand otomotif pertama di Indonesia yang akan meniagakan mobil REEV. Namanya Changan Deepal S05 REEV.
“Melalui Deepal S05 REEV, kami ingin menghadirkan cara baru dalam menikmati kendaraan elektrifikasi yang lebih realistis untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh. Teknologi REEV bekerja dengan motor listrik sebagai penggerak utama, sehingga pengalaman berkendara tetap halus, senyap, dan responsif seperti mobil listrik murni. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna, karena menghadirkan kenyamanan khas kendaraan listrik tanpa mengorbankan rasa aman dalam menempuh perjalanan lebih jauh dan mengurangi kekhawatiran terhadap jarak tempuh,” kata Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Deepal S05 REEV berkemampuan melaju hingga 170 km hanya dengan mode pure electric dan jangkauan total lebih dari 1.200 km dalam mode kombinasi. Model ini memberi ketenangan bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya di setiap wilayah. ##
