Tangerang — JAECOO Indonesia tengah tersenyum bangga. Pasalnya, JAECOO J5 EV mendapat sambutan sangat tinggi.
Belum genap tiga bulan sejak dipsarkan November 2025 silam, JAECOO Indonesia telah menerbitkan 12.000 SPK (surat pemesanan kendaraan) untuk SUV listrik tersebut.
Di tengah gempuran banyak peminat itu, perusahaan menunjukkan komitmen tinggi mereka dengan mendistribusikan sebanyak 3.000 JAECOO J5 EV kepada para konsumen di seluruh Indonesia. Hingga Sabtu, 24 Januari 2026. SUV listrik ini kini telah menjangkau berbagai wilayah.
Perusahaan secara resmi melakukan penyerahan simbolis kendaraan J5 EV kepada sejumlah konsumen di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 24 Januari 2026. Pada kesempatan ini, diumumkan juga strategi harga terbaru JAECOO J5.
Sebagaimana diketahui, JAECOO merupakan merek SUV premium dan NEV (New Energy Vehicle) di bawah Chery International. Brand ini membawa kemewahan, inovasi, dan keberlanjutan melalui rangkaian kendaraan mutakhir yang dimilikinya seperti J7 SHS, J5 EV, dan J8 SHS.
Bikin Aman dengan Price Lock Insurance
Dalam rangkaian distribusi unit ini, dan sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan konsumen, JAECOO Indonesia menghadirkan program khusus bertajuk Price Lock Insurance.
Dalam hal ini peminat membeli asuransi senilai Rp 8.000.000, lalu akan mendapatkan perlindungan dari potensi kenaikan harga mobil apabila insentif kendaraan listrik tidak dilanjutkan, di mana unit J5 EV akan dikenakan PPN sebesar 10%.
Business Unit Director JAECOO Indonesia Jim Ma menyampaikan, antusiasme pasar terhadap JAECOO J5 EV sejak peluncuran sangat tinggi, dengan total pemesanan atau Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) telah menembus lebih dari 12.000 unit.
Oleh karena itu, program Price Lock Insurance dihadirkan sebagai solusi untuk memberikan rasa aman dan kepastian bagi konsumen. “Melalui Price Lock Insurance, kami ingin memberikan rasa aman bagi konsumen dengan memastikan harga kendaraan tetap terjaga meskipun terjadi kenaikan harga,” ungkapnya.
Menurut Jim, program Price Lock Insurance dapat diikuti oleh konsumen yang telah membayarkan tanda jadi hingga 31 Desember 2025. Jika insentif EV dihentikan, konsumen tetap hanya membayar Rp 299.900.000 tanpa dikenakan tambahan biaya akibat pengenaan PPN.
“Namun, khusus bagi konsumen yang telah membayarkan tanda jadi sekaligus membayar harga kendaraan, maka harga Jaecoo J5 EV akan tetap sebesar Rp 299.900.000 tanpa perlu mengikuti program Price Lock Insurance,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jim menegaskan bahwa JAECOO sepenuhnya mendengarkan aspirasi konsumen. Saat ini, JAECOO Indonesia tengah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan kapasitas produksi serta memperkuat kesiapan distribusi.
Dengan demikian, proses pengiriman unit dapat berjalan lebih optimal bagi seluruh konsumen yang telah melakukan pemesanan pada tahun 2025, agar unit dapat dikirim sebelum Lebaran 2026 tanpa mengurangi standar kualitas produk maupun layanan purna jual.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada calon konsumen yang terdampak waktu tunggu pengiriman. Namun demikian, JAECOO saat ini tengah melakukan peningkatan kapasitas produksi serta optimalisasi rantai pasok agar unit JAECOO J5 EV dapat segera diterima oleh konsumen,” jelasnya.
Momen penyerahan 3000 JAECOO J5 EV di PIK2, merupakan kelanjutan dari pengiriman nasional. Melalui momentum distribusi ini, JAECOO menegaskan kesiapan layanan purnajual untuk mendampingi seluruh pemilik.
Dalam hal ini termasuk dukungan instalasi home charger, layanan darurat 24 jam, garansi kendaraan dan komponen utama, serta perluasan jaringan diler resmi yang terus dikembangkan secara nasional.
Di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin padat, JAECOO memposisikan model ini sebagai SUV listrik yang mengkombinasikan karakter tangguh, teknologi elektrifikasi, serta kesiapan ekosistem kepemilikan yang didukung oleh distribusi, layanan purna jual, dan jaringan diler yang terus diperluas.
Dengan komitmen jangka panjang, brand yang bernaung di bawah Chery International ini juga memperkuat layanan dengan menargetkan pembukaan hingga 80 dealer pada akhir tahun 2026.
Langkah ini dilakukan seiring dengan penguatan layanan purnajual secara menyeluruh, guna memastikan setiap konsumen memperoleh pengalaman kepemilikan kendaraan yang nyaman, andal, dan berstandar tinggi di seluruh jaringan JAECOO Indonesia. ##
