JAKARTA – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi meluncurkan skuad Yamaha Racing Indonesia untuk musim balap 2026, pada 27 Februari. Momentum ini menjadi penanda dimulainya komitmen baru perusahaan dalam membangun mimpi dan mewujudkan kemenangan di berbagai kejuaraan balap internasional dan Asia.
Dengan formasi tujuh pembalap, YIMM dipastikan tampil penuh satu musim di empat kejuaraan bergengsi, yakni World Supersport, World Sportbike, Asia Road Racing Championship (ARRC), serta Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.
Di World Supersport, Aldi Satya Mahendra akan menunggangi Yamaha R9. Sementara Arai Agaska menjalani debutnya di World Sportbike bersama Yamaha R7.
Pada kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC), Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi akan bersaing di kelas SS600 menggunakan Yamaha R6, sedangkan Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi turun di kelas AP250 dengan Yamaha R3. Satu nama muda lainnya, Sabian Fathul Ilmi, mendapat kesempatan berlaga penuh musim di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.
Perjalanan musim 2026 sejatinya telah dimulai lebih awal melalui penampilan impresif Aldi Satya Mahendra pada seri pembuka World Supersport di Phillip Island, Australia, 20–22 Februari. Tampil bersama tim AS Racing, Aldi mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di kelas tersebut setelah finis di posisi kedua pada Race 2. Hasil itu sekaligus mengantarkannya ke peringkat lima klasemen sementara.
Kiprah global Yamaha Racing Indonesia berlanjut lewat Arai Agaska yang promosi ke World Sportbike usai meraih gelar runner-up R3 BLU CRU World Cup 2025. Bersama ProGP Niti Racing, Arai menargetkan mampu menembus lima besar pada musim perdananya di level tersebut.
Di ARRC, Wahyu Nugroho datang dengan tekad besar setelah musim lalu menutup kejuaraan di posisi keempat. Ia membidik gelar juara musim ini, sekaligus berharap mampu mengulang momen double podium seperti yang diraih di Mandalika 2025 bersama Muhammad Faerozi. Faerozi sendiri menargetkan konsistensi finis tiga besar demi memperbaiki posisi klasemen. Wahyu juga dijadwalkan tampil di All Japan Road Race Championship menggunakan R6.
Sementara itu, Candra Hermawan yang tampil impresif sebagai rookie musim lalu dengan tiga podium dan finis kelima klasemen akhir, kini memasang target juara kelas AP250. Rekan setimnya, Muhammad Fadhil Musyavi, berambisi kembali naik podium setelah performa menjanjikan di Sepang musim 2025.
Siapkan regenerasi pembalap Yamaha
Regenerasi pembalap juga terus diperkuat. Sabian Fathul Ilmi, yang baru berusia 13 tahun, akan menjalani musim penuh di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship. Tahun lalu ia sempat tampil sebagai wild card di Buriram, Thailand, dan berhasil finis keempat serta keenam dalam dua balapan.
Assistant General Manager CS Division PT YIMM, Johannes BM Siahaan, menyampaikan bahwa pencapaian di level dunia merupakan hasil dari program pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan.
“Keberhasilan di World Supersport dan ajang internasional lainnya menjadi bukti bahwa program pembinaan Yamaha Racing Indonesia berjalan efektif dan terarah. Kami membangun fisik dan mental pembalap secara sistematis, mengembangkan motor berbasis data dan racing DNA Yamaha, serta memperkuat kolaborasi antara rider, engineer, dan manajemen tim. Prestasi ini adalah hasil kerja bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Yamaha akan terus memperkuat ekosistem balap nasional agar mampu bersaing di level tertinggi serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu pilar penting dalam struktur balap global Yamaha.
Dengan komposisi pembalap-pembalap yang kompetitif, pengalaman internasional yang terus bertambah, serta dukungan teknis yang matang, Yamaha Racing Indonesia menatap musim 2026 dengan optimisme tinggi. Targetnya jelas: meningkatkan pencapaian, meraih lebih banyak podium, dan membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di panggung balap dunia. ##
