Jakarta – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan produsen baterai asal China Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), menjalin kemitraan strategis untuk mengembangkan produksi baterai Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV) Toyota di dalam negeri.
Menggelontorkan investasi senilai Rp 1,3 triliun, kolaborasi TMMIN dengan CATL ini tidak hanya untuk produksi komponen baterai saja.
Lebih jauh, bertujuan untuk mendukung upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri kendaraan elektrifikasinya dari hulu hingga hilir.
Diharapkan, transisi menuju netralitas karbon yang jadi tujuan Toyota pada 2050 mendatang, juga cepat terealisasi.
“Saat ini TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh. Komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, nantinya akan di produksi oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia,” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto.
Melalui kemitraan bersama CATL, TMMIN tidak hanya mampu memproduksi kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri yang lebih tinggi saja, tetapi juga mengurangi ketergantungan impor, serta berpotensi menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan eksportir komponen maupun kendaraan Toyota di pasar global.

Basis produksi baterai pertama Toyota di Asia Tenggara
Jalinan kerjasama dengan CATL merupakan langkah penting bagi TMMIN. Pasalnya, unit bisnis Toyota Motor Corporation ini menjadi pertama di Asia Tenggara yang melakukan kegiatan ekspor baterai dalam bentuk kendaraan maupun berbentuk komponen ke pasar global, dimulai pada paruh kedua 2026.
“Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV. Dengan demikian, selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN juga meningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri,” ucap Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam.
Baterai yang menjadi salah satu komponen paling krusial dan bernilai tinggi yang berperan dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri elektrifikasi.
Kolaborasi dan investasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor manufaktur melalui pendalaman lokalisasi baterai HEV, tetapi juga membangun industri lokal menjadi produsen komponen bernilai tambah lebih tinggi.
