Tangerang – PT BYD Motor Indonesia menghadirkan teknologi DM (Dual Mode), di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Teknologi tersebut dibawa oleh BYD M6 DM sebagai solusi mobilitas menyeluruh memadukan efisiensi energi, performa, dan fleksibilitas berkendara.
Menjawab kebutuhan akan kendaraan yang efisien, andal, serta terjangkau dari sisi biaya operasional, pengembangan teknologi Dual Mode (DM) BYD mengintegrasikan tiga fondasi utama, yaitu High Efficiency Engine, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery yang bekerja secara terintegrasi mengoptimalkan penggunaan energi listrik dan bahan bakar sesuai kebutuhan.
“Bentuk apresiasi dan respon masyarakat saat ini sangat baik terhadap teknologi dan produk kami. Teknologi tersebut mampu menjawab tantangan saat ini, di mana ketidakpastian harga bahan bakar harga yang kian melambung tinggi dan tidak tersedianya bahan bakar di berbagai daerah. Kami juga bangga atas serapan dari produk ini di mana produk ini menjawab langsung kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.
Menjadi salah satu dari tiga fondasi utama dalam teknologi DM. Mesin hybrid 1.5L generasi terbaru dengan efisiensi termal hingga 46,06 persen, dirancang untuk menghasilkan tenaga lebih optimal dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat dan emisi lebih rendah. Kinerjanya didukung oleh Advanced Intelligent Split Cooling Technology.
“Teknologi ini kuncinya menggunakan dual thermostat electric dan juga waterpump electric. Jadi komponen ini sudah dikontrol secara fungsinya oleh komputer sehingga sangat presisi sekali dan menciptakan knocking suara berkurang, kemudian juga exhaust emissionnya berkurang dan fuel consumptionnya efisien.” Kata Ubaedilah, Head of Aftersales Service and Spare Parts PT BYD Motor Indonesia.
Pada saat yang sama, Electric Hybrid System (EHS) mengintegrasikan motor listrik, sistem kontrol elektronik, dan transmisi ke dalam satu unit yang ringkas. Integrasi ini memungkinkan penyaluran tenaga berlangsung secara efisien dan responsif, sekaligus menghadirkan perpindahan antar mode berkendara yang halus tanpa mengurangi kenyamanan.
Terkait baterai, BYD M6 DM menggunakan Blade Battery yang dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi, punya daya tahan sangat baik terhadap suhu ekstrem, serta efisiensi ruang yang optimal berkat penggunaan material Lithium Iron Phosphate (LFP).
“Kemudian blade battery sendiri, pendinginannya menggunakan refrigeran untuk menukar panas baterai agar kinerjanya lebih stabil,” tambah Ubaedillah.

Teknologi DM BYD mampu menghemat biaya perawatan
Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, BYD M6 DM mampu menghemat biaya perawatan hingga 30 persen, dibanding kendaraan konvensional di segmen yang sama. Penghematan ini bisa terjadi lantaran teknologi itu dirancang untuk mengutamakan berkendara memanfaatkan energi listrik.
Dalam penggunaan sehari-hari, motor listrik menjadi sumber penggerak utama sehingga kendaraan mampu beroperasi dalam mode listrik hingga sekitar 80 persen pada skenario berkendara perkotaan, sementara mesin bensin bekerja ketika dibutuhkan melalui mode hybrid series maupun parallel.
Dominannya penggunaan motor listrik, membantu mengurangi beban kerja mesin bensin, sehingga penggunanya bisa menghemat biaya perawatan. Setelah servis pertama, BYD DM hanya memerlukan perawatan berkala satu kali dalam setahun setiap 20.000 km, atau setiap 10.000 km penggunaan dalam mode hybrid, mana yang tercapai lebih dahulu.
Dengan interval servis yang lebih panjang dan biaya perawatan yang lebih kompetitif, pelanggan BYD dapat menikmati pengalaman kepemilikan yang lebih praktis dan memberikan ketenangan dalam jangka panjang.
