Jakarta – PT Niscala Energi Indonesia (iGreen+) meresmikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) ke-22, di Pulogadung Trade Center (PTC), Jakarta Timur. Perusahaan menyebut telah mengoperasikan 208 gun charger di berbagai wilayah Indonesia dan sedang menyiapkan lebih dari 40 stasiun baru.
SPKLU di Pulogadung Trade Center dilengkapi lima unit DC Ultra Fast Charger berdaya 120 kW dengan total 10 nozzle. Menurut data perusahaan, fasilitas yang berada di kawasan komersial dan industri Pulogadung tersebut melayani rata-rata hingga 150 kendaraan listrik per hari.
Pengembangan jaringan menjadi salah satu fokus bisnis iGreen+ di tengah bertambahnya kebutuhan infrastruktur pengisian daya. Perusahaan menargetkan pembangunan 1.000 charging hub di seluruh Indonesia dan membuka peluang kerja sama dengan investor lokal serta pemilik lahan.
Chief Executive Officer iGreen+, Lawrence, mengatakan perluasan jaringan perlu mempertimbangkan mobilitas pengguna kendaraan listrik. Menurut dia, pengguna membutuhkan stasiun pengisian daya yang dapat dijangkau dengan mudah ketika berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
“Bisnis ini adalah bisnis jaringan. Ini bukan seperti restoran atau kedai kopi. Kita harus membangun jaringan secara menyeluruh, bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain di Indonesia,” ujar Lawrence dalam acara peresmian SPKLU di PTC.
Ia menilai cakupan jaringan berkaitan langsung dengan kenyamanan pengguna. Jika lokasi pengisian daya terlalu jauh, pengguna harus menempuh perjalanan tambahan untuk mengisi baterai kendaraan mereka.
Karena itu, iGreen+ berencana memperluas jaringan ke sejumlah kota di luar Jakarta, termasuk Bandung, Surabaya, Medan, dan Bali. Meski demikian, pengembangan jaringan di berbagai wilayah membutuhkan kesiapan lokasi dan dukungan mitra setempat.
Lawrence mengatakan operasional SPKLU di Indonesia juga memerlukan penyesuaian terhadap regulasi dan kondisi lokal. Proses tersebut mencakup pengurusan perizinan, koordinasi dengan PT PLN (Persero), serta pembangunan hubungan dengan pemilik lahan dan mitra komersial.
“Kami harus menyesuaikan diri dengan regulasi Indonesia. Kami juga harus menyesuaikan diri dengan budaya lokal,” katanya.
Selain infrastruktur fisik, perusahaan mengembangkan aplikasi seluler untuk mendukung transaksi dan memberikan informasi kepada pengguna. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses layanan iGreen+ dan memantau informasi tingkat keterisian stasiun yang tersedia.
Dalam menjalankan bisnisnya, iGreen+ juga menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan transportasi, perusahaan otomotif, dan komunitas kendaraan listrik. Lawrence menyebut kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya perusahaan menjangkau pengguna, baik kendaraan pribadi maupun armada komersial.
Namun, perluasan jumlah charger tidak serta-merta menggambarkan tingkat pemanfaatan seluruh jaringan. Kinerja setiap lokasi juga berkaitan dengan kebutuhan pengguna, posisi stasiun, dan kemampuan operator menjaga keberlangsungan operasional.
Dengan lebih dari 40 stasiun baru yang diklaim sedang dibangun, perkembangan jaringan iGreen+ selanjutnya akan bergantung pada realisasi proyek tersebut dan kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pengisian daya di berbagai wilayah.
Target 1.000 charging hub yang dicanangkan perusahaan menjadi bagian dari rencana jangka panjangnya di Indonesia. Untuk menilai perkembangan bisnis tersebut, jumlah stasiun yang benar-benar beroperasi, tingkat penggunaan, dan pemerataan lokasi akan menjadi indikator penting selain jumlah gun charger yang tersedia. ##
