JAKARTA – Di tengah persaingan industri pelumas yang semakin ketat, kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh merek. Pemilihan bahan baku seperti base oil dan aditif, ditambah proses blending yang presisi, menjadi bagian penting untuk menghasilkan pelumas yang mampu memenuhi kebutuhan mesin modern.
Hal tersebut menjadi perhatian PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak usaha Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga. Perusahaan ini mengoperasikan sejumlah fasilitas produksi pelumas, salah satunya Production Unit Jakarta (PUJ) yang berada di kawasan Plumpang, Jakarta Utara.
Berdiri sejak 1957, PUJ kini berkembang menjadi fasilitas produksi pelumas terintegrasi dengan luas lebih dari 12 hektare. Di dalam satu kawasan tersebut terdapat Lube Oil Blending Plant (LOBP), Grease Plant, Viscosity Modifier Plant, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Kapasitas Produksi untuk Pasar Domestik dan Ekspor
Skala Production Unit Jakarta menjadi salah satu bagian penting dalam operasional Pertamina Lubricants. Kapasitas produksinya disebut mampu memenuhi kebutuhan pelumas untuk lebih dari 67,5 juta mobil.
Tidak hanya untuk pasar Indonesia, produk yang dihasilkan dari fasilitas ini juga dipasarkan ke berbagai negara. PT Pertamina Lubricants mengekspor produknya ke sejumlah negara di Asia, Australia, hingga Afrika.
Beberapa di antaranya adalah China, Korea, Jepang, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Thailand, Filipina, Australia, Yaman, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Tanzania, Afrika Selatan, dan Nigeria.
Untuk fasilitas LOBP sendiri, PUJ memiliki kapasitas produksi hingga 270 juta liter per tahun. Sementara Grease Plant memiliki kapasitas hingga 8.000 metrik ton per tahun dan Viscosity Modifier Plant mampu memproduksi hingga 14 juta liter per tahun.
Mengandalkan Teknologi Blending Otomatis
Besarnya kapasitas produksi tersebut tentunya membutuhkan sistem produksi yang presisi. Karena itu, PUJ menggunakan sejumlah teknologi untuk meningkatkan akurasi proses blending.
Salah satunya adalah In-Line Blending (ILB). Teknologi ini memungkinkan proses pencampuran pelumas berlangsung langsung di dalam sistem perpipaan secara continuous. Dengan metode tersebut, produksi berbagai spesifikasi pelumas dapat dilakukan dalam skala besar dengan kontrol yang lebih akurat.
Ada pula Simultaneous Metered Blending (SMB) yang digunakan untuk memproduksi produk tertentu, khususnya pelumas dengan kebutuhan low metal content. Sistem ini bekerja secara otomatis dengan kapasitas produksi menengah.
PUJ juga menggunakan Automatic Batch Blender untuk produksi dengan sistem batch. Mesin ini memiliki kapasitas blending hingga 30 ton dalam satu batch dan digunakan untuk memproduksi berbagai jenis pelumas dengan volume permintaan yang lebih kecil.
Sementara itu, Automatic Piggable Manifold berfungsi mengatur proses transfer produk dari tangki menuju mesin pengisian. Sistem ini bekerja secara otomatis dan dilengkapi mekanisme cleaning untuk membantu menjaga kebersihan jalur produksi.
Teknologi Pigging System juga menjadi bagian dari sistem produksi yang membantu proses pembersihan dan pengelolaan jalur perpipaan.
Didukung Riset dan Pengembangan di LTC
Proses menghasilkan pelumas berkualitas tidak berhenti di lini produksi. Pengembangan produk juga didukung oleh fasilitas penelitian dan pengembangan Pertamina Lubricants melalui Lubricants Technology Center (LTC).
Dukungan R&D tersebut berperan dalam pengembangan dan pengujian produk agar dapat mengikuti perkembangan teknologi mesin, baik untuk kendaraan maupun kebutuhan industri.
Dengan kombinasi fasilitas produksi dan kemampuan R&D, produk pelumas Pertamina tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga harus mampu memenuhi berbagai standar yang berlaku di pasar internasional.
Memiliki Sertifikasi Internasional
Untuk mendukung konsistensi kualitas produksinya, LOBP PUJ telah memiliki sejumlah sertifikasi internasional. Di antaranya ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan, serta ISO/IEC 17025:2017 yang berkaitan dengan kompetensi laboratorium dalam melakukan pengujian dan kalibrasi.
Sementara dari sisi produk, pelumas Pertamina juga memenuhi berbagai standar internasional, termasuk standar dari American Petroleum Institute (API).
Beberapa produk telah memenuhi standar seperti API-SN untuk Passenger Car Motor Oil dan API-CJ untuk Commercial Diesel Oil. Selain itu, produk Pertamina juga mendapatkan pengakuan dari sejumlah Original Equipment Manufacturer (OEM), termasuk Toyota, Daihatsu, dan Mercedes-Benz.
Dengan fasilitas produksi yang terintegrasi, teknologi blending otomatis, serta dukungan penelitian dan pengembangan, Production Unit Jakarta menjadi salah satu fasilitas penting bagi Pertamina Lubricants dalam menjaga kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan produknya.
Bukan hanya memenuhi kebutuhan pelumas di Indonesia, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya Pertamina Lubricants untuk membawa produk lokal bersaing di pasar global.
