Jakarta – Awal bulan Juli ini, produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina mengalami penurunan harga.
Satu liter Pertamax Turbo yang semula Rp 20.750, kini menjadi Rp 19.300, sementara Dexlite yang dijual seharga Rp 23.000, kini per liternya seharga Rp 19.700. Pertamina Dex pun, saat ini mengalami penurunan seharga Rp 3.650 menjadi Rp 21.150 per liternya.
Ditemui dalam acara Kick-Off dan Coaching Clinic Aspirasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 (2/7), Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero Muhammad Baron mengatakan, bahwa penurunan harga beberapa produk tersebut memang mengikuti prosedur yang diatur oleh pemerintah.
“Kami mengikuti prosedur tersebut. Apa yang terjadi kemarin 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan, dan juga harga minyak dunia tentunya,” kata Baron.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina, berdasar pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar Yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Selain berdasar ketetapan pemerintah, di pasar global memang harga minyak dunia mengalami penurunan.
Di awal Juni 2026, minyak mentah dibanderol 89 USD per barel, dan di awal Juli harganya menjadi 67 USD per barel. Tak heran kalau di dalam negeri, harga BBM juga turut disesuaikan.
Pertamina pertimbangkan daya beli masyarakat
Tak hanya itu, penurunan harga BBM Pertamina nonsubsidi tersebut juga mengacu pada keputusan mereka dalam berbisnis.
Tujuannya jelas, agar tidak rugi, namun juga tidak membebani para konsumennya. Lebih lanjut, perusahaan ini juga menjaga agar perekonomian Tanah Air tidak mengalami inflasi.
“Kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga,” tambahnya.
Bicara soal penetapan harga, memang ada anomali tersendiri karena dua produk nonsubsidi lainnya tidak ikut turun, yakni Pertamax dan Pertamax Green.
Tetapi, dua produk itu harganya tetap, yakni Rp 16.250 untuk Pertamax dan Rp 17.000 untuk Pertamax Green karena bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sebagai gambaran, pada awal Juni lalu sebelum terjadinya penyesuaian, harga Pertamax Rp 12.300 per liter, sementara Pertamax Turbo mencapai Rp 20.750.
Selisih dua harga produk ini memang terpaut jauh, sehingga masuk akal apabila di awal bulan ini, Pertamax dan Pertamax Green tidak ikut mengalami penurunan harga jual eceran.
