Jakarta — World Health Organization (WHO) menyatakan hampir 1,9 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan jalan raya di dunia. Bahkan, 92% dari total kematian di jalan raya di dunia terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Kecelakaan jalan raya itu sendiri disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesalahan manusia, infrastruktur, kendaraan, cuaca. Di Indonesia, kesalahan manusia mendominasi kecelakaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), pada diskusi bertema “Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi yang Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan”, di GIICOMVEC 2026, di Jakarta.
“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Karena itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” jelas Ahmad Wildan.
Sementara Hino, sebagai salah satu produsen kendaraan niaga terbesar di Indonesia menyatakan pentingnya pelatihan pengemudi dan manajemen
perawatan kendaraan sebagai investasi keselamatan.
“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggungjawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ujar Pieter Andre, Training Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI).
Hino memiliki Hino Total Support Customer Center (HTSCC) di Purwakarta, yang didirikan pada Januari 2022. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pengembangan layanan, keselamatan, dan kompetensi pengemudi untuk mendukung operasional pelanggan secara berkelanjutan.
HTSCC dilengkapi dengan fasilitas pelatihan komprehensif, termasuk area pelatihan mengemudi seluas 24.000 meter persegi, lintasan uji sepanjang 800 meter, ruang kelas, simulator mengemudi, serta berbagai modul keselamatan dan teknik berkendara. Melalui Hino Indonesia Academy, Hino menyelenggarakan pelatihan pengemudi dan teknisi dengan trainer tersertifikasi BNSP, serta telah meraih berbagai capaian penting, mulai dari akreditasi pelatihan pengemudi kendaraan berat hingga peluncuran Hino Driving School Program.
Dalam kesempatan lain, pada Januari 2026, Pieter Andre, Training Division Head PT HMSI, menyatakan “Selama lebih dari empat dekade, Hino terus berinvestasi dan tumbuh bersama Indonesia. Melalui Hino Total Support Customer Center, kami memperkuat komitmen Total Support dengan menghadirkan pusat pelatihan pengemudi dan pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada keselamatan, peningkatan kompetensi, dan efisiensi operasional. HTSCC menjadi bagian penting dalam mewujudkan transportasi yang aman untuk masyarakat Indonesia sesuai dengan misi Hino.”
Diskusi juga menampilkan Bayu Permana, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO (perusahaan otobus) Primajasa, berdiri sejak tahun 1991.
“Sebagai operator, kami memastikan rekrutmen driver yang selektif, pelatihan berkala, serta penerapan sistem manajemen perawatan kendaraan yang disiplin. Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,” ungkap Bayu Permana.
Semua narasumber sepakat bahwa kolaborasi antara ATPM (agen tunggal pemegang merek), regulator dan operator menjadi kunci dalam meningkatkan kompetensi pengemudi, kualitas perawatan kendaraan, serta membangun budaya keselamatan transportasi di Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan moda transportasi yang lebih aman, laik jalan, dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat. ##
