TANGERANG – Kemajuan industri transportasi tak melulu soal kecanggihan teknologi kendaraan. Di balik truk dan bus yang melaju di jalan, ada peran krusial sumber daya manusia (SDM) yang mengoperasikan, merawat, hingga menjaga layanan purnajual tetap prima.
Menyadari hal itu, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) tak hanya fokus berjualan. Pabrikan asal Jepang ini serius membangun fondasi SDM melalui ekosistem pendidikan vokasi.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam panel diskusi bertajuk “Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan” yang digelar di GIIAS 2026, Kabupaten Tangerang, pada 3 Agustus 2026.
Kegiatan yang dibuka oleh Sales & After Sales Director HMSI Susilo Darmawan ini mempertemukan tiga pilar penting: pemerintah, industri, dan jaringan dealer.
Bukan Sekedar CSR, Tapi Investasi Jangka Panjang
Bagi Hino, pendidikan vokasi adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan industri transportasi nasional.
“Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri,” ujar Susilo Darmawan.
Ia memaparkan, selama 3 tahun terakhir, Hino telah membangun kemitraan dengan 8 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di berbagai daerah di Indonesia. Bersama sekolah dan jaringan dealer, Hino menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di bengkel dan lapangan.
Hasilnya cukup konkret. Hingga saat ini, lebih dari 350 lulusan SMK binaan Hino telah bergabung dan berkarier di jaringan Hino di seluruh Indonesia.
Dan ini belum berhenti. Melalui program Kelas Industri Hino, perusahaan menargetkan sekitar 200 siswa lagi akan lulus pada tahun 2027.
“Sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan teknologi industri kendaraan niaga pada khususnya,” tegas Susilo.
Sinergi Tiga Pilar: Pemerintah, Hino, dan Dealer
Diskusi semakin berkualitas dengan hadirnya Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI Pieter Andre, serta Direktur PT Duta Cemerlang Motors (DCM) Christian Hemasurya.
Arie Wibowo menekankan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dan tidak bisa berjalan sendiri.
“Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi kunci agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah,” ujarnya.
Komitmen kolaborasi itu diwujudkan Hino melalui dua program utama:
- Hino Indonesia Partnership School (HIPS). Program kemitraan yang menghubungkan SMK dengan dunia industri secara menyeluruh. Mulai dari penyelarasan kurikulum, pelatihan guru, penyediaan media pembelajaran, sertifikasi kompetensi, hingga program praktik kerja industri. Tujuan Hino Indonesia Partnership School satu, lulusan punya kesiapan kerja sesuai standar bengkel resmi kendaraan niaga.
- Hino Indonesia Academy. Jika HIPS menyasar di tingkat sekolah, Hino Indonesia Academy menjadi pusat peningkatan kompetensi bagi yang sudah di industri. Mulai dari mekanik, pengemudi, hingga tenaga profesional transportasi. Semua kurikulum pelatihannya mengikuti perkembangan teknologi terbaru Hino.
“Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi industri transportasi. Melalui Hino Indonesia Academy dan kemitraan dengan sekolah vokasi, kami ingin memastikan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” jelas Pieter Andre.
Dealer Jadi Ujung Tombak Penyerapan Lulusan
Menariknya, peran dealer Hino tidak hanya sebagai tempat penjualan dan servis. Jaringan dealer menjadi jembatan nyata antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Dealer menjadi lokasi praktik kerja industri, pembina kompetensi siswa, hingga membuka peluang karier bagi lulusan yang memenuhi standar.
“Bagi dealer, keberadaan lulusan vokasi yang telah mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan industri sangat membantu proses adaptasi di dunia kerja. Mereka lebih siap bekerja, memahami budaya industri, dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan sejak hari pertama,” ungkap Christian Hemasurya, Direktur DCM.
Melalui sinergi yang dibangun ini, Hino berharap ekosistem vokasi yang kuat akan memberikan triple impact: industri mendapatkan tenaga kerja siap pakai, pelanggan mendapatkan layanan dari SDM yang kompeten, dan operasional armada di lapangan bisa berjalan lebih aman, produktif, serta berkelanjutan. ##
