BEKASI — QJMotor Manufacture Indonesia mendapat tamu istimewa pada 3 Maret 2026. Pabrik dan produsen QJMotor di Indonesia ini menerima kunjungan kerja dari Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai bagian dari peninjauan terhadap kesiapan investasi dan arah pengembangan industri otomotif nasional.
Kunjungan ini menjadi forum strategis antara regulator dan pelaku industri dalam membahas isu krusial seperti peningkatan nilai investasi, penguatan industri dalam negeri, serta standar manufaktur yang berdaya saing global.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Pertaunan Dulay, menekankan pentingnya penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai fondasi utama dalam membangun industri otomotif nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kami mendorong agar setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujar Saleh Pertaonan Dulay.
Menanggapi hal tersebut, manajemen QJMotor Manufacture Indonesia menegaskan bahwa strategi peningkatan TKDN telah menjadi bagian dari roadmap perusahaan, yang akan diimplementasikan secara bertahap seiring dengan penguatan kapasitas produksi dan pengembangan rantai pasok lokal.
QJMotor Manufacture Indonesia juga menegaskan kekuatan teknologi manufakturnya yang didukung oleh sistem produksi modern, rekayasa presisi, serta standar pengendalian kualitas bertaraf global. Fasilitas ini mengintegrasikan proses otomasi terkini dengan protokol quality assurance yang ketat guna memastikan konsistensi dan efisiensi di seluruh lini produksi. Didukung oleh transfer teknologi berkelanjutan dari jaringan global QJMOTOR, pabrik ini dirancang untuk memenuhi standar manufaktur internasional sekaligus adaptif terhadap dinamika kebutuhan pasar Indonesia.
“Komitmen kami terhadap investasi jangka panjang juga diperkuat dengan fokus pada penyerapan tenaga kerja lokal serta pengembangan kompetensi SDM di sektor otomotif melalui strategi transfer knowledge antara QJMotor di China dan talenta lokal,” kata Bintang Dewantoro, Factory Division Head dari QJMotor Manufacture Indonesia.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam seluruh proses manufaktur guna memastikan kualitas produk dan perlindungan konsumen.
“Standar seperti SNI bukan hanya regulasi, tetapi merupakan instrumen penting untuk menjaga kualitas industri nasional agar mampu meningkatkan kualitas Industri dalam negri,” jelasnya.
Perusahaan menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar yang berlaku, termasuk SNI, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan kepercayaan pasar.
Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Setia Diarta, selaku Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian menyatakan, “Kemenperin selaku salah satu regulator Perindustrian Indonesia akan selalu mengawal pertumbuhan dan perkembangan pihak industri di Indonesia agar nantinya tumbuh sesuai dengan harapan Pemerintah Indonesia, termasuk penerapan TKDN dan SNI.”
Pabrik QJMotor Manufature Indonesia berlokasi Greenland International Industrial Center (GIIC), di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. ##
