Shenzhen – Kekhawatiran publik terkait kemampuan baterai mobil listrik, dijawab oleh BYD melalui Blade Battery generasi kedua dan Flash Charging terkini. Rangkaian komponen inti mobil listrik pabrikan China ini, dikembangkan secara cermat untuk menghadirkan sensasi layaknya mengisi bahan bakar bensin di mobil konvensional.
Blade Battery generasi kedua BYD, memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi sebesar 5 persen dibanding generasi terdahulunya. Dengan peningkatan kepadatan energi, bukan hanya jarak tempuh mobil listrik menjadi lebih jauh, tetapi juga memberi pengalaman pengisian daya baterai yang lebih singkat.
Kelemahan sistem pengisian daya cepat memang menghadirkan panas berlebih dibanding pengisi daya rendah arus bolak-balik. Untuk itu, Blade Battery generasi kedua BYD dibekali Lithium-ion High-speed Channel, ditambah Full-spectrum Intelligent Thermal Management System sebagai fitur pelepasan panas yang lebih mumpuni.
Selain membekali dengan teknologi terkini, Blade Battery generasi kedua BYD juga telah melalui serangkaian pengujian keselamatan. Kalau pada baterai generasi pertama pengujiannya ditembak, ditusuk, hingga direndam air, generasi terbarunya puna sudah lolos berbagai ujian itu. Sehingga, mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan lebih besar bagi konsumen.
Salah satu model yang sudah menggunakan arsitektur berpelengkap Blade Battery generasi kedua adalah DENZA Z9 GT. Sedan listrik sub-brand BYD ini selain memiliki performa mumpuni 965 hp, nyatanya juga dapat diajak menjelajah sejauh 1.036 kilometer. Menjadikannya sebagai salah satu kendaraan terdepan di kelasnya.
BYD Flash Charging pelengkap Blade Battery generasi dua
Guna mendukung kemampuan baterai mobil listrik yang dapat diasup pengisi daya cepat, BYD juga mengembangkan Flash Charger dengan output single connector hingga 1.500 kW. Pengisi daya ini memiliki sistem penyimpanan energi, sehingga mampu mengatasi keterbatasan kapasitas jaringan listrik.
Tak hanya terbatas untuk kebutuhan rumahan saja, BYD Flash Charging juga tersedia dalam bentuk stasiun pengisi daya listrik publik. Perangkat ini berdesain T-shaped pulley yang menjadi pertama di dunia. Desain tersebut disebut “Zero-gravity” lantaran dapat digunakan dari berbagai arah, serta memastikan agar tampilannya bersih dengan kabel yang tidak menyentuh tanah.
Melalui kedua inovasi ini, BYD mengklaim bahwa kendaraan energi barunya berkemampuan mengisi daya dari 10 hingga 70 persen State of Charge (SOC) hanya dalam 5 menit, serta mencapai 97 persen hanya dalam 9 menit. Bahkan dalam kondisi suhu ekstrem hingga -30 derajat celsius, durasi pengisian dari 20 persen ke 97 persen hanya bertambah sekitar 3 menit saja.
Di wilayah Tiongkok, BYD menargetkan pembangunan 20 ribu unit Flash Charging station miliknya dengan target rampung pada akhir 2026. Lalu, fasilitas ini bakal diperluas ke pasar global guna mempercepat terbentuknya ekosistem transportasi elektrifikasi. ##
