Depok – Universitas Indonesia (UI) secara simbolik serahkan satu unit bus listrik kepada pemerintah. Bus listrik ini merupakan hasil riset dan rancang bangun sendiri dari UI.
Serah terima bus listrik dilakukan oleh Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, Ph. D. kepada pemerintah melalui Menteri Perhubungan, Dr. (HC)., Ir. Budi Karya Sumadi di Balai Sidang, Kampus UI Depok.
Bus yang akan dijadikan kendaraan pendukung G20 tersebut rancang bangunnya, sistem penggerak, sistem pengereman, sistem kemudi, inverter, dashboard, dan sistem pendingin (air conditioning) dirancang oleh para ahli UI dan dibangun oleh beberapa perusahaan dalam negeri.
Satu capaian besar dalam pembuatan bus dengan panjang body 12 meter dan bobot 16 ton ini adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang digunakan paling besar yakni sekitar 70%. Perwakilan dari UI menyatakan bukannya mereka tidak mampu untuk mencapai 100% namun itu harus lebih banyak dukungan dari hulu hingga hilir.
“Kita patut bersyukur kepada Allah, kepemimpinan G20 saat ini ada pada Indonesia. Mari kita dukung bersama-sama. yang UI lakukan adalah satu contoh bahwa Universitas tidak diam melainkan bertindak nyata. Jika semua sudah ada sekarang tinggal bagaimana kita mengkolaborasikan sesuatu itu menjadi luar biasa. UI sudah membuktikan universitas tidak hanya tinggal diam. Kedepannya kita akan dahulukan kendaraan masal, bus, dan sedan. Kendaraan kita bantu melalui korporasi. Terima kasih kepada LPDP telah memberikan kesempatan riset, bukan beasiswa. Kita kampanyekan menuju kendaraan listrik, kita akan memimpin di dunia.” ungkap Menteri Perhubungan dalam sambutannya di Balai Sidang UI.
Dalam keteranganya kepada pers, Rektor UI menyampaikan bahwa untuk saat ini institusi yang ia pimpin akan mensosialisasikan kendaraan listrik kepada mahasiswa dan civitas akademik UI lainnya. Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI ini juga berujar bahwa kendaraan listrik bisa menjadi tren di kampusnya.
Sehingga kedepannya mereka dapat dikatakan gaul jika menggunakan kendaraan listrik dan ini menjadi satu upaya tren baru bahwa untuk menjadi anak gaul sekarang perlu menggunakan kendaraan listrik.
Pembuatan bus listrik ini memakn waktu selama 6 bulan untuk pembuatan dan pengembangan. Jika normal waktu yang dibutuhkan kurang lebih cukup 3 bulan. Selama pengerjaan bus yang diserahkan kepada pemerintah ini dibantu oleh mahasiswa Pasca Sarjana dan Vokasi. Bahkan dari sisi akademik sudah menghasilakn 30 lulusan program doktor.
Setelah dilakukan pengujian secara langsung di jalan raya, bus listrik ini dapat menempuh waktu perjalanan selama 2 jam dengan jarak sejauh 300 km. Saat itu pengujian dilakukan dari Jakarta menuju Demak. Dari pengujian ini baterai yang terpakai hanya 70%, namun tim dari UI menjelaskan hal tersebut dipengaruhi juga oleh beban yang diangkut.
Pada acara penyerahan simbolis bus listrik tersebut, selain Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dr.(HC). Ir. Budi Karya Sumadi dan Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D. Dihadiri juga oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian RI, Dr. Ir. Taufiek Bawazier, M.Si.; Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur Badan Riset Inovasi Nasional, Dipl. Ing. Haznan Abimanyu, Ph.D.; Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN, Eng. dan; Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, M.A., Ph.D. Hadir juga perwakilan dari para mitra pengembangan bus listrik UI, Presiden Direktur PT MAB, Kelik Irwanto; Direktur NSAD, Nur Hidayat; General Manager Peralatan Industri dan Jasa PT PINDAD, Andri Setiyoso; dan perwakilan PT AICOOL.
Turut hadir juga berbagai perwakilan dari perusahaan jasa angkutan penumpang, perusahaan otomotif, dan perusahaan komponen kendaraan. [Con:Mok]