Hamamatsu — Suzuki Motor Corporation (SMC) membuat langkah strategis guna mendukung pengembangan kendaraan listrik. Produsen otomotif yang berdiri pada tahun 1909 itu mengakuisisi Kanadevia Corporation.
Kanadevia merupaan produsen baterai lithium-ion solid-state dan beroperasi sejak tahun 2006. Akuisisi ini secara efektif berlaku mulai 1 Juli 2026.
Melalui proses manufaktur kering miliknya, baterai lithium-ion solid-state Kanadevia menawarkan keamanan tinggi, termasuk tidak adanya kebocoran cairan, ketahanan lingkungan yang sangat baik, dan pengoperasian di berbagai rentang suhu. Karakteristik ini menjadikannya sangat kuat untuk aplikasi khusus seperti di bidang kedirgantaraan atau dalam kondisi suhu tinggi dan vakum.
Melalui Akuisisi Bisnis ini, Suzuki akan mewarisi dan mengembangkan lebih lanjut teknologi baterai lithium-ion solid-state yang dikembangkan oleh Kanadevia. Pelaksanaan Akuisisi Bisnis ini bergantung pada pemenuhan persyaratan penutupan yang lazim.
Suzuki e Vitara
Saat ini Suzuki meniagakan Suzuki e Vitara, mobil listrik massal pertama mereka di berbagai negara termasuk Indonesia. Produksinya di India.
Suzuki membangun SUV listrik ini menggunakan platform terbaru bernama HEARTECT-e. Inovasi ini dirancang secara cerdas untuk mengejar sejumlah kriteria yang menguntungkan. Dengan memberikan perhatian khusus pada bagian tersebut, Suzuki dapat mewujudkan SUV listrik yang berbobot lebih ringan, aerodinamis, sekaligus memaksimalkan kekuatan tubuh. Selain itu, perusahaan juga menekan kebisingan lewat peningkatan jumlah peredaman suara melalui teknik khusus.
Postur Suzuki e VITARA dirancang proporsional dengan dimensi panjang 4.275 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.640 mm, dan wheelbase 2.700 mm. Bentuk kokohnya ditopang oleh ban berukuran 225/55 R18. Formulasi di atas platform HEARTECT-e tersebut memungkinkan e VITARA memiliki radius putar minimum 5,8 m sekaligus memperoleh ruang kabin lebih lapang dan nyaman.
Suzuki mempersenjatai e VITARA dengan baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh. Guna mempercepat pengisian daya, SUV nol emisi ini bisa mengandalkan metode Fast Charging (DC) yang sanggup memulihkan energi dari 15% ke 80% hanya dalam waktu sekitar 50 menit.
“Energi dari baterai e VITARA secara efisien disalurkan ke roda depan melalui motor listrik bertenaga 128 kW dan torsi 193 Nm. Kinerja tersebut dilakukan oleh perangkat eAxle yang cerdas dalam mengintegrasikan motor dan inverter. Pengendara pun akan merasakan keharmonisan antara respon performa dengan efisiensi konsumsi daya listriknya.” jelas Dony Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, saat peluncurannya di IIMS 2026.
Garansi baterai lithium: 8 tahun atau 160.000 km. Garansi ESU (electric supply unit) serta kendaraan selama 5 tahun/100.000 km. Setiap unit akan mendapatkan gratis suku cadang dan jasa perawatan berkala hingga 50.000 km/30 bulan. ##
Harga Suzuki e VITARA dengan dua opsi harga (OTR DKI Jakarta), yakni:
- single tone color Rp755.000.000
- dual tone color Rp758.000.000
