Jakarta – Dalam transformasi industri otomotif global, BYD menempatkan teknologi sebagai DNA yang membentuk seluruh arah pengembangannya. Prinsip utama mereka bahwa teknologi harus menjawab kebutuhan masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan lebih berkelanjutan.
Tidak lagi dipahami sebagai kumpulan komponen, teknologi kendaraan dalam prinsip BYD merupakan sistem cerdas yang dirancang untuk bekerja secara presisi, adaptif, dan berkelanjutan dalam kondisi nyata.
Untuk menerapkan itu, sebagai perusahaan teknologi, BYD mengintegrasikan riset, pengujian, dan keseluruhan proses produksi dalam satu ekosistem inovasi yang utuh. Dalam hal kendaraan, teknologi bisa berupa sistem penggerak, struktur kendaraan, dan kecerdasan kontrol dirancang secara simultan sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.
“Sebagai perusahaan teknologi global, kami percaya bahwa masa depan mobilitas dibangun melalui lompatan teknologi. DNA BYD terletak pada kemampuan kami mengintegrasikan inovasi, kecerdasan sistem, dan rekayasa teknologi kendaraan dalam satu arsitektur yang dirancang untuk menghadirkan performa dan keselamatan secara konsisten.” ujar Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Tiga teknologi inti dalam e3 Platform BYD
e3 Platform dikembangkan BYD sebagai fondasi kendaraan listrik mereka. Arsitektur ini unggul dalam menyeimbangkan tenaga, kendali, fleksibilitas dan keselamatan. Salah satu model yang menggunakan platform ini adalah Denza Z9 GT, di mana arsitektur ini terintegrasi dalam satu kesatuan.
Keunggulan utama e3 Platform terletak pada konfigurasi tiga motor listrik independen yang mengatur distribusi tenaga dan torsi dengan presisi. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas karakter berkendara, mulai dari akselerasi responsif hingga kestabilan optimal di berbagai kondisi jalan.
Dari sisi struktur, e3 Platform mengadopsi teknologi Cell-to-Body (CTB), di mana baterai terintegrasi langsung ke dalam struktur bodi. Desain ini meningkatkan kekakuan torsional, sehingga mendukung presisi kemudi dan stabilitas saat bermanuver, sekaligus memperkuat perlindungan pada berbagai skenario tabrakan.
Untuk menunjang dinamika berkendara, e3 Platform BYD dilengkapi Independent Rear Wheel Steering yang memungkinkan roda belakang berbelok secara independen. Sistem ini memperkecil radius putar dan memudahkan manuver di ruang terbatas, serta meningkatkan stabilitas saat melaju di kecepatan tinggi.
Seluruh fungsi performa dan dinamika tersebut dikendalikan oleh Vehicle Motion Control yang memantau kondisi kendaraan secara real-time. Pengendalian fungsi, diatur oleh sistem Intelligent Driving yang di dukung 33 sensor kendaraan, termasuk dua sensor LiDAR yang memungkinkan untuk pemetaan lingkungan sekitar kendaraan untuk berbagai fungsi, seperti parkir atau mundur.

Arsitektur performa ekstrem e4 Platform
Tidak berhenti di sana, inovasi terus dikembangkan melalui e4 Platform yang dirancang untuk menghadirkan Extraordinary Performance dengan presisi. Platform ini direpresentasikan oleh Yangwang U9, yang unggul berkat konfigurasi empat motor listrik independen untuk mengontrol setiap roda secara individual.
Konfigurasi quad motor ini menghadirkan pengaturan tenaga dan torsi yang presisi, menghasilkan akselerasi sangat cepat dengan kendali dan stabilitas yang tetap terjaga, bahkan dalam kondisi ekstrem. Kemampuan tersebut tercermin pada Yangwang U9 Xtreme yang mencatatkan kecepatan maksimum hingga 496,22 km/jam.
Untuk mendukung performa tersebut, e4 Platform besutan BYD mengadopsi Next Generation Cell-to-Body (CTB) yang menurunkan center of gravity secara signifikan. Dikombinasikan dengan kekakuan torsional tinggi, arsitektur ini menghasilkan keseimbangan optimal serta respons kemudi yang cepat dan presisi.
Struktur kendaraan diperkuat melalui high-performance chassis dengan material carbon fiber integrated, serta kombinasi carbon steel dan aluminium. Pendekatan ini mengurangi bobot tanpa mengorbankan kekuatan struktural, sehingga mendukung karakter manuver yang tajam dan terkendali.
Melalui e3 dan e4 Platform, BYD menghadirkan arsitektur kendaraan listrik berlapis untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari keseimbangan performa dan kendali hingga eksplorasi performa ekstrem. Seluruh pengembangan ini berangkat dari prinsip bahwa teknologi harus relevan dalam penggunaan sehari-hari. ##
