JOGJAKARTA – New Suzuki XL7 Hybrid menjadi salah satu pilihan mobil irit dan ramah lingkungan ideal untuk keluarga zaman now.
Teknologi SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki) yang digendong oleh New Suzuki XL7 Hybrid membuat mobil menjadi lebih irit bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menekan emisi CO2 yang menjadi penyebab pemanasan global.
Teknologi SHVS dikenalkan oleh Suzuki di Geneva Motor Show 2015, di mana mobil konsep Suzuki iM-4 — kini bernama Ignis — dilengkapi dengan SHVS. Namun, pengaplikasian pertamanya justru pada Suzuki Ertiga Diesel (SHVS-Hybrid). Pada 2017, Suzuki Ertiga Diesel (SHVS-Hybrid) dijual di Indonesia.
SHVS terdiri dari 2 komponen utama Integrated Starter Generator (ISG) dan Lithium Ion Battery. ISG berfungsi sebagai pengganti alternator konvensional, di mana komponen ini sanggup memberikan mesin dukungan tenaga. Dengan demikian dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Sementara Lithium Ion Battery berguna menyimpan tenaga yang dihasilkan oleh ISG. Tenaga yang tersimpan tersebut akan digunakan ketika mesin membutuhkan dukungan.
“Kini semua mobil SHVS termasuk Ertiga Hybrid telah dilengkapi dengan baterai Lithium berkapasitas 10Ah, naik hampir 2 kali lipat dari baterai sebelumnya yang hanya 6Ah. Artinya, jumlah energi yang disimpan lebih besar membuat lebih lama mendayai komponen-komponen yang membutuhkan energi listrik,” ujar Harold Donnel, head of development & marketing research PT Suzuki Indomobil Sales.
Bagaimana SHVS bekerja? Ketika mobil berhenti dengan tuas transmisi di posisi N (Neutral) dan pedal tidak diinjak, maka kendaraan akan mematikan mesin secara otomatis (Engine Auto Stop). Ketika mesin mati dan mobil tidak bergerak, komponen-komponen yang membutuhkan daya listrik seperti AC, lampu, audio dan lain-lain akan mendapatkannya dari baterai sehingga tetap menyala.
ISG akan bekerja ketika pedal rem diinjak dan tuas transmisi diposisikan ke D. Komponen ini akan menyalakan mesin secara otomatis. Saat akselerasi awal, listrik yang tersimpan pada baterai akan memberikan mesin dukungan tenaga. Saat mobil sedang melaju energi baterai akan menyuplai daya ke komponen-komponen elektrik tadi sehingga tenaga mesin mobil akan fokus untuk menggerakkan mobil tanpa dibebani mendayai komponen-komponen elektrik.
Baterai akan menerima asupan daya listrik ketika mobil deselerasi (pengereman atau perlambatan). ISG secara otomatis akan mengubah energi kinetik dari putaran roda saat deselerasi menjadi energi listrik yang akan mengisi daya baterai. Semakin banyak perlambatan semakin banyak pula energi yang tersimpan dalam baterai. Sangat berguna di kota-kota besar yang macet.
Test Drive New Suzuki XL7 Hybrid – Jogjakarta
Kami berkesempatan mengendarai Suzuki XL7 Hybrid bertransmisi otomatis 4-speed di Jogjakarta.
Ketika berhenti seperti di traffic light, mesin mobil secara otomatis mati. Baterai langsung bekerja menghidupi komponen-komponen kelistrikan. Mesin secara instan hidup ketika pedal gas dipijak. Selama berhenti mobil sama sekali tidak mengonsumsi BBM dan niremisi CO2.
Satu fitur lagi yang menarik perhatian kami adalah E-mirror yang memungkinkan pengemudi melihat lingkungan depan dan belakang secara digital. Bahkan fitur ini bisa menjadi dashcam, di mana kita bisa merekam perjalanan. E-mirror menggantikan kaca spion tengah konvensional.
Seperti Suzuki XL7 sebelumnya, kami merasakan kualitas pengendaraan yang baik, suspensi dan jok terasa empuk. Setirnya tergolong ringan, tidak membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkannya.
Legroom, shoulder room dan headroom semua baris terasa lebih dari cukup. Jok baris ketiga bisa dilipat rata untuk menambah ruang bagasi.
Secara keseluruhan Suzuki XL7 mengesankan dengan teknologi hybrid dan kualitas pengendaraannya. ##