WUHU — Chery Group (Chery dan Omoda Jaecoo) meluncurkan Rhino Battery, di Wuhu China. Teknologi baterai generasi terbaru mereka menargetkan tiga hambatan terbesar dalam adopsi kendaraan listrik: waktu pengisian daya, daya tahan, dan keamanan.
Baterai Rhino dirancang untuk mendukung hingga 5.000 siklus pengisian daya. Ini menjadikannya solusi tahan lama bagi para pembeli pribadi maupun armada.
Namun, keselamatan tetap menjadi fokus utama. Sistem baru Chery memperkenalkan pendekatan “tiga lini pertahanan” yang komprehensif, menggabungkan material canggih, perlindungan struktural, dan pemantauan baterai berbasis cloud untuk memberikan perlindungan spektrum penuh.
Rhino Battery juga telah menjalani pengujian global ekstensif di enam skenario ekstrem, termasuk suhu tinggi dan rendah, paparan garam, tabrakan, benturan di bawah bodi kendaraan, dan perendaman air—memastikan daya tahan dalam berbagai kondisi dunia nyata.
Chery mengatakan filosofi manufaktur “tanpa kompromi” mendasari sistem ini, menargetkan pengendalian cacat pada tingkat satu banding satu miliar melalui proses produksi dan sistem kualitas yang canggih.
Ke depan, keluarga baterai Rhino akan mencakup berbagai aplikasi, termasuk hibrida (Seri H), baterai listrik (Seri E), dan varian solid-state (Seri S) di masa mendatang—menyoroti pendekatan multi-jalur Grup terhadap elektrifikasi.
Teknologi solid-state juga menjadi fokus utama acara tersebut, dengan perusahaan mengkonfirmasi investasi signifikan dalam pengembangan baterai generasi berikutnya. Tim R&D solid-state khusus perusahaan diharapkan akan melebihi 1.200 spesialis, didukung oleh investasi lebih dari 10 miliar RMB.
Prototipe solid-state saat ini telah mencapai kepadatan energi 400 Wh/kg, dengan peta jalan yang menargetkan 600 Wh/kg—membuka potensi jangkauan berkendara lebih dari 1.500 km.
Chery juga memanfaatkan pengembangan berbasis AI, dengan lebih dari satu juta iterasi simulasi yang digunakan untuk mengoptimalkan kinerja baterai di lebih dari 100 parameter kunci.
Di luar pengembangan produk, Chery dan Omoda Jaecoo telah menegaskan kembali tujuan keberlanjutan jangka panjang mereka, menargetkan pengurangan emisi per kendaraan sebesar 60 persen pada tahun 2030 (dibandingkan tahun 2023), netralitas karbon operasional pada tahun 2037, dan netralitas rantai nilai penuh pada tahun 2047. ##
