JAKARTA — BYD Dolphin merupakan salah satu mobil listrik yang ditunggu oleh pasar Indonesia. Membawa nama besar BYD yang dikenal sebagai pabrikan kendaraan listrik ternama, mobil ini mengundang penasaran.
Kami berkesempatan melakukan review BYD Dolphin secara singkat dari Jakarta – Tangerang via jalan tol sejauh 125 kilometer. Berikut ini ulasan kami.
Eksterior
Desain BYD Dolphin diyakini mampu menyita perhatian banyak orang dengan konsep hatchback ocean aesthetic. Mulai dari desain depan, samping hingga belakang memiliki karakter yang kuat dan tak sama dengan mobil listrik lain yang sudah lebih dulu meluncur di Indonesia.
BYD Dolphin bermain di kelas mobil listrik entry level (termurah) dengan desain eksterior cukup konvensional dan mudah diterima. Daya tarik lainnya, dimensinya tak terlalu kecil dan mirip seperti mobil konvensional.
Tampilan modern eksteriornya dilengkapi lampu depan LED otomatis dengan High Beam Assist, lampu LED DRL, lampu belakang LED, hingga penggunaan keyless entry and start (kunci kartu).
Interior
Masuk ke interior, BYD Dolphin menawarkan desain kabin yang fungsional dengan berbagai ruang penyimpanan. Uniknya, interiornya memiliki warna yang mengikuti kelir eksterior yang membuat tampilannyan cukup spesial.
Keunggulan lain yang tak dimiliki kompetitor adalah posisi head unit yang bisa diputar vertikal maupun horizontal. Berukuran12,8 inci sebagai pusat kendali, head unit mencakup fitur-fitur hiburan seperti musik untuk menemani perjalanan. Untuk mengoperasikannya, cukup menyentuh simbol rotate ada di tengah.
Performa
BYD Dolphin ditawarkan dalam dua tipe yaitu Dynamic Standard Range dan Premium Extended Range. Sesi test drive ini kami menggunakan tipe Premium.
Untuk diketahui, kedua tipe dibekali baterai andalan mereka Blade lithium iron phosphate (LFP) dan motor listrik yang menggerakkan roda depan.
Tipe Dynamic Standard Range, memiliki baterai berkapasitas 44,92 kWh, yang bisa untuk menempuh jarak 410 km mengikuti standar NEDC (340 km WLTP).
Sedangkan Premium Extended Range memiliki kapasitas baterai sebesar 60,48 kWh. Jangkauannya diklaim mampu mencapai sejauh 490 km untuk NEDC dan 427 km untuk hitungan WLTP.
Faktanya, saat mengendarai BYD Dolphin di mode ECO pun mobil ini sanggup memberikan tenaga buas ketika pedal gas diinjak. Pada sesi pengetesan, mobil ini diisi oleh tiga orang dewasa.
BYD Dolphin diklaim sanggup berakselerasi 7,8 detik dari titik diam ke 100 km per jam berkat torsi sebesar 310 Nm.
Untuk mengendalikannya, pengemudi diberikan pilihan tiga mode, Eco, Normal dan Sport.
Fitur Keselamatan
Untuk sistem keselamatan, BYD Dolphin memiliki serangkaian fitur Advanced Driving Assistance System (ADAS), termasuk intelligent driving, driving assistant, active safety, parking assistance..
ADAS terdiri dari Lane Change Collision Warning (LCW), Rear Cross Traffic Alert, Rear Cross Traffic Brake, Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking System (AEB), dan Blind Spot Detection.
Selain itu, BYD Dolphin juga dilengkapi tujuh airbag yang melindungi setiap sisi-sisi di bagian dalam mobil.
Kesimpulan
Dari review BYD Dolphin secara singkat yang kami lakukan, mobil ini dinilai layak menjadi pesaing baru di pasar mobil listrik Tanah Air. Dengan kemampuan teknologi dan fitur yang dimilikinya, BYD sepertinya benar-benar serius menjajaki pasar otomotif Indonesia dengan menawarkan produk dengan spesifikasi tinggi.
Lantas, berapa harga yang pantas kira-kira untuk mobil listrik ini? Jika berada di sekitar Rp 400 jutaan masih cukup kompetitif. Akan lebih menarik lagi jika BYD berani menekan harga di bawah Rp 400 juta. [Ismet Humaedi]