PARIS – Nissan Qashqai e-POWER akan segera dijual di Eropa. Model ini akan menjadi model Nissan pertama di Eropa yang menampilkan system penggerak e-POWER.
Kehadiran Nissan Qashqai e-POWER akan menemani varian Nissan Qashqai mild hybrid bermesin 1.300cc dengan dua pilihan tenaga 138 HP dan 156 HP.
Di samping itu, teknologi e-Power ini merupakan salah satu cara bagi Nissan untuk melakukan pendekatan unik untuk elektrifikasi dengan menjadikan berkendara setiap hari menyenangkan dan efisien.
Nissan Qashqai e-POWER sendiri dibekali mesin 1.500cc 3-silinder turbo variable compression (VCR) bertenaga 156 HP. Mesin ini diklaim dikembangkan khusus untuk dipasangkan dengan teknologi e-POWER. Secara keseluruhan tenaga mobil menjadi 180 HP.
“Pengenalan sistem e-POWER yang inovatif ke Qashqai baru membawa lebih banyak semangat perintis Nissan ke segmen crossover. Pelanggan akan menyukai feel mengendarai EV tetapi tanpa mempertimbangkan untuk mengisi daya. Dan e-POWER merupakan tonggak penting dalam Nissan strategi elektrifikasi,” jelas Guillaume Cartier, Chairmn AMIEO wilayah Nissan, dalam keterangan resminya.
Mesin bensin tersebut membangkitkan tenaga listrik, di mana disalurkan via inverter ke paket baterai, motor listrik atau keduanya, sesuai scenario berkendara.
Mobil-mobil e-POWER diibaratkan seperti mobil listrik yang membawa generator. Melalui teknologi tersebut, pemilik mobil tidak lagi dikhawatirkan dengan pengisian baterai karena secara otomatis generator akan terisi melalui sistem mesin yang sudah diperhitungkan oleh pabrikan.
Sistem e-POWER dikenalkan pertama kali pada Nissan NOTE pada 2017 di Jepang. Tahun berikutnya, model ini menjadi salah satu mobil terlaris di sana.
Oiya, mesin yang digunakan pada model terbaru ini diambil dari model Note e-Power 1.200cc (80 HP) namun dibesarkan kapasitasnya ##