Jakarta — Pada 13 Desember 2025, RMA Indonesia, distributor resmi kendaraan Mahindra dan Ford, menyerahkan 1 unit Mahindra Scorpio Pik-Up kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kendaraan ini akan digunakan sebagai kendaraan operasional evakuasi taktis untuk bantu masyarakat yang terdampak musibah banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara.
Penyerahan unit dilaksanakan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan diterima secara resmi oleh Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana, Nadhirah Seha Nur dan Kepala Bagian Tata Usaha BNPB, Rizky Khusuyassin.
Inisiatif ini merupakan wujud respon cepat RMA Indonesia dalam mendukung percepatan akses bantuan serta mobilisasi penanganan bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau pascabencana.
“Inisiatif penyerahan unit Mahindra Scorpio Pik-Up kepada BNPB ini merupakan bagian penting dari program Corporate Social Responsibility (CSR) kami, yang secara konsisten berfokus pada dukungan kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” ujar Toto Suharto, Country Manager RMA Indonesia.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah menjadi elemen krusial dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional.
“Kami percaya bahwa kemitraan strategis seperti ini sangat penting untuk menghadirkan respon bencana yang lebih cepat dan efektif. Sebelumnya, RMA Indonesia juga telah menyerahkan unit kendaraan serupa kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk mendukung penanganan bagi masyarakat terdampak di Aceh dan Sumatera,” tambahnya.
Mahindra Scorpio Pik-Up double cabin dipilih karena reputasinya yang teruji sebagai kendaraan off-road yang sangat andal dan tangguh (rugged). Dengan sistem penggerak 4×4 yang mumpuni, jarak bebas ke tanah (ground clearance) yang tinggi, dan didukung oleh mesin bertenaga serta konstruksi sasis yang kokoh, kendaraan ini dirancang untuk mengatasi berbagai rintangan.
Mahindra Scorpio Pik-Up diharapkan mampu menembus akses jalan yang rusak parah, berlumpur, dan area terisolir akibat dampak banjir dan longsor, yang umumnya tidak dapat dilalui oleh kendaraan biasa. Dengan kapabilitas ini, unit yang diserahkan akan segera diberangkatkan ke lokasi bencana di Sumatera Utara. Kendaraan ini diharapkan dapat membantu mobilisasi tim relawan, pendistribusian logistik bantuan, serta menjangkau dan mengevakuasi korban di area-area yang paling membutuhkan bantuan taktis. ##
