JAKARTA – Kendaraan bermotor merupakan salah satu penyumbang polusi udara. Polutan-polutan kendaraan bermotor membahayakan kesehatan manusia dan mengandung gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.
Pembakaran bensin dan solar kendaraan bermotor menciptakan produk-produk sampingan yang berbahaya seperti nitrogen dioksida, karbon monoksida, hidrokarbon, benzena, dan formaldehida. Selain itu, kendaraan bermotor mengeluarkan karbon dioksida (CO2), gas rumah kaca yang paling umum disebabkan oleh manusia. Polusi udara pun dapat menjadi sumber penyakit pernapasan di banyak kota di dunia.
Di sini peran Anda sangat dibutuhkan. Misalkan saja dengan berkendara lebih sedikit, merawat kendaraan secara rutin, hindari kendaraan idling (kendaraan tidak bergerak namun mesin menyala), menerapkan eco driving, hingga membeli mobil yang lebih ramah lingkungan.
Kini, kita bisa memiliki kendaraan mobil yang lebih ramah lingkungan, bahkan tanpa emisi atau zero emission dengan mobil listrik. Mobil listrik menawarkan biaya kepemilikan yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin atau diesel, karena jumlah komponennya lebih sedikit sehingga tidak perlu perawatan yang lebih ‘rumit’. Pemilik mobil listrik pun tidak perlu membeli BBM (bahan bakar minyak) yang harganya cenderung meningkat, dan biaya pengisian daya listrik lebih murah daripada beli BBM.
Satu-satunya kendaraan mobil listrik dengan harga paling terjangkau di Indonesia adalah Wuling Air ev. Harga mobil listrik yang diproduksi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, ini adalah Rp243 juta untuk tipe Standard Range dan Rp299,5 juta untuk Long Range. Sementara harga mobil-mobil listrik dari brand-brand lainnya sudah di atas Rp700 juta.
Dengan dimensi yang sangat compact (panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm) kendaraan mobil ini sanggup membawa 4 orang sekaligus, memiliki bagasi untuk membawa beberapa barang, serta lincah bermanuver di kepadatan lalu lintas hingga parkir di ruang sempit.
Jarak jelajah Wuling Air ev varian Standard Range mencapai 200 kilometer. Sementara varian Long Range sanggup menjelajah 100 kilometer lebih jauh daripada varian Standard Range. Daya jelajah 200-300 kilometer sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan pemiliknya berkeliling dalam beberapa hari di dalam kota.
Varian Standard Range dibekali baterai Lithium Ferro-Phosphate (IP67 rating) berkapasitas 17.3 kWh/115V yang butuh waktu pengisian 8,5 jam pada sumber daya AC 2,0 kW. Sementara itu, varian Long Range membawa baterai dengan kapasitas yang lebih banyak yakni 26,7 kWh/115 V, dan hanya butuh 4 jam pengisian di sumber daya AC 6,6kW.
Dua varian Wuling Air ev dilengkapi penggerak listrik (electric motor) bertenaga 30 kW (40 hp) untuk menggerakkan roda-roda belakang, sepasang airbag di depan, rem ABS (anti-lock braking system) + EBD (electronic brake-force distribution), sensor dan kamera belakang, serta ISOFIX. Varian Long Range mendapat fitur keselamatan tambahan berupa ESC (electronic stability control).
Meski harga mobil listrik Wuling ini di bawah 300 juta rupiah (on-the-road DKI Jakarta), namun telah dibekali perintah suara Bahasa Indonesia WIND (Wuling Indonesia Command) untuk mengoperasikan audio, kaca jendela, AC, dan lain-lain.
Di samping WIND, mobil listrik ini dibekali dengan IoV (Internet of Vehicle) untuk menghubungkan pemilik dan kendaraannya terhubung via aplikasi MyWuling+ pada smartphone. Pemilik mobil bisa membuka-mengunci pintu, menyalakan AC, mengakses fitur lainnya pada kendaraan melalui smartphone dan head unit.
Dan dengan harga yang sangat terjangkau, Wuling Air ev semakin mudah untuk dimiliki. Bagi mereka yang ingin beli secara kredit, Wuling Motors menyediakan cicilan ringan mulai dari Rp5.000.000 (on-the-road DKI Jakarta) atau DP (uang muka) rendah dari Rp36.000.000.