Purwakarta – Hino dalam mewujudkan komitmen jangka panjangnya mendukung industri transportasi Tanah Air, menghadirkan layanan purnajual Hino Total Support Customer Center (HTSCC). Hadir sejak Januari 2022, fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pengembangan layanan, keselamatan, dan kompetensi pengemudi bus dan truk.
“Melalui HTSCC, kami memperkuat komitmen Total Support dengan menghadirkan pusat pelatihan pengemudi dan pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada keselamatan, peningkatan kompetensi, dan efisiensi operasional,” ungkap Pieter Andre, Training Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI).
HTSCC dilengkapi dengan fasilitas pelatihan komprehensif, mulai dari ruang kelas, perangkat simulator mengemudi, hingga berbagai modul yang membahas tentang keselamatan dan teknik berkendara. Di tempat ini, ada juga area pelatihan mengemudi seluas 24.000 meter persegi dan lintasan uji sepanjang 800 meter sebagai uji kompetensi praktik para pengemudi truk dan bus Hino setelah belajar teori.
Para pengemudi yang menimba ilmu di HTSCC, akan terdaftar sebagai peserta Hino Indonesia Academy. Lembaga ini menyelenggarakan pelatihan pengemudi dan teknisi dengan pelatih tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang tentunya sangat berguna untuk menambah kredibilitas profesi pengemudi.
Efektivitas Hino Total Support Customer Center
Sudah lebih dari tiga tahun berjalan, dengan berbagai program disediakan, kehadiran HTSCC secara tidak langsung telah berhasil melahirkan duta-duta keselamatan di jalan. Berdasar data Korlantas Polri, kecelakaan yang melibatkan pengemudi truk medium seperti Hino 500 Series, dengan jumlah 73.240 kejadian di 2024, menjadi 64.532 kejadian di 2025.
“HTSCC menjadi bagian penting dalam mewujudkan transportasi yang aman untuk masyarakat Indonesia sesuai dengan misi Hino,” ujar Pieter Andre.
Salah satu contoh keberhasilan dari layanan ini adalah ketika Hino bermitra dengan perusahaan multinasional di bidang makanan dan minuman asal Swiss. Perusahaan tersebut memiliki indikator kinerja yang mengharuskan nol kasus kecelakaan kerja, termasuk dalam kegiatan pengantaran setiap produk menggunakan truk.
“Saat itu prinsipalnya punya KPI (indikator kinerja) di setiap negara harus zero fatality. Kalau ada fatality bonusnya dipotong. Ketika 2024 awal mulai pelatihan, tingkat kecelakaan kerja menurun dan sampai sekarang mereka berlanjut bermitra dengan Hino karena di 2024 mereka zero fatality,” jelas Pieter.
Ia melanjutkan, “Kami tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga memberi masukan ke perusahaan tersebut, bagaimana mereka menerapkan prosedur keselamatan untuk semua transporternya. Mulai dari pemeriksaan harian, hingga perawatan. Sampai akhirnya prinsipalnya datang ke sini, dan kami dapat penghargaan dari mereka karena membantu zero fatality. Itu salah satu efektivitas dari keselamatan.”
Tak hanya berhasil menurunkan angka kecelakaan di jalan raya, fasilitas Hino ini juga mampu membuat perusahaan tempat peserta menimba ilmu mendapat ekstra cuan, berkat efisensi dalam berkendara serta mampu menghemat penggunaan komponen sukucadang.
“Untuk sisi ekonomi, contohnya ada brand bus asal Sumatera yang mengirimkan 10 drivernya ke HTSCC, ketika setelah training, lalu diukur sisi economical drivernya, sebelumnya mereka memakai part berapa banyak, dan sesudah training berapa banyak. Nah pas dihitung sama mereka, itu mengurangi biaya hingga 30 persen dengan tingkat keberhasilan tujuh orang,” Tukasnya.
Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari manufaktur, pengembangan SDM, hingga layanan purnajual. Hino memastikan setiap kendaraan yang beroperasi di lapangan didukung oleh ekosistem yang kuat untuk berkontribusi bagi pertumbuhan industri transportasi nasional. ##
